Kondisi Jalan Pulau Menjangan usai diguyur hujan lebat, Selasa (27/10). (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan selama sekitar satu jam, Selasa (27/10) siang, memicu genangan air di sejumlah ruas jalan di Kota Tabanan. Air yang meluap dari saluran drainase menggenangi sebagian badan jalan dan sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Salah satu titik genangan terlihat di Pulau Menjangan, Desa Dauh Peken, Tabanan. Kondisi tersebut membuat pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas. Meski demikian, genangan tidak sampai menyebabkan banjir parah. Kendaraan masih dapat melintas, tetapi pengendara diminta tetap berhati-hati untuk menghindari risiko saat melewati permukaan jalan yang tergenang.

Baca juga:  BMKG Prediksi Malam Pergantian Tahun Baru Diguyur Hujan

Seorang pengendara yang melintas, Putu Krisna, mengatakan genangan muncul di beberapa titik setelah hujan deras mengguyur kawasan perkotaan. Menurut dia, air sempat meluap hingga ke badan jalan, tetapi kondisi masih memungkinkan kendaraan melintas.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Sri Nadha Giri, mengatakan pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim hujan.

BPBD Tabanan menyiagakan personel secara bergiliran selama 24 jam. Setiap regu terdiri atas 10 personel yang menjalankan tugas sesuai pembagian waktu, termasuk pada pagi dan malam hari. Selain itu, tersedia personel cadangan yang dapat dikerahkan jika terjadi kondisi darurat.

Baca juga:  Diguyur Hujan, Sydney Banjir Bandang

“Personel kami siagakan agar bisa segera bergerak jika ada bencana atau keadaan darurat. Kami juga menyiapkan peralatan pendukung untuk mempercepat penanganan di lapangan,” kata Sri Nadha Giri.

Ia menjelaskan, penanganan genangan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), terutama jika air tidak segera surut. Langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan saluran drainase tersumbat atau tidak mampu menampung limpasan air hujan.

“Jika genangan tidak kunjung surut, kami berkoordinasi dengan PU untuk penanganan lebih lanjut, termasuk penyedotan air bila diperlukan. Jika ditemukan saluran tersumbat, penanganannya juga dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Baca juga:  Polres Gianyar Berikan Layanan SKCK On the Spot

Untuk mendukung penanganan, BPBD telah menyiapkan mesin penyedot air dan sejumlah peralatan kebencanaan lainnya. Dukungan alat berat juga dapat diupayakan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sri Nadha Giri menegaskan, kesiapsiagaan tersebut bagian dari upaya mempercepat respons terhadap dampak cuaca ekstrem. Koordinasi lintas instansi juga akan dilakukan untuk membantu penanganan genangan maupun kejadian lain yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat selama musim hujan.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN