Bupati-Wakil Bupati menijau pembangunan jembatan Integrated Farming Banyuasri.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pembangunan jembatan di kawasan Integrated Farming, Banyuasri, Buleleng, dikebut untuk mengantisipasi musim hujan. Proyek tersebut ditargetkan rampung seluruhnya pada Desember 2026.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna meninjau langsung progres pembangunan jembatan tersebut, Senin (7/9). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target, mengingat kawasan tersebut kerap mengalami peningkatan debit air saat musim hujan.

Bupati Sutjidra menegaskan, waktu pengerjaan menjadi perhatian utama. Kondisi cuaca yang tidak menentu dikhawatirkan dapat menghambat proses konstruksi apabila terjadi keterlambatan. Untuk itu, ia meminta struktur bagian bawah jembatan dapat diselesaikan lebih awal sebelum memasuki puncak musim hujan.

Baca juga:  Antisipasi Pohon Tumbang, BPBD Jembrana Pangkas Pohon Perindang

“Ini strategis sekali, mengingat musim hujan akan datang. Sebaiknya pada bulan November, konstruksi bagian bawahnya sudah harus selesai,” ujar Bupati Sutjidra.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra juga menanyakan capaian progres kepada pihak penyedia jasa. Berdasarkan laporan yang diterima, pembangunan jembatan masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 10 persen. Pengerjaan saat ini difokuskan pada proses pengeringan area di bawah jembatan.

Baca juga:  Di Tengah Pemangkasan Dana TKD, Pemprov Pastikan Anggaran Ini Tak Dipotong

Menurut Sutjidra, proses pengeringan menjadi tahapan penting sebelum pengerjaan struktur utama dimulai. Setelah tahap tersebut selesai, pembangunan dapat dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi jembatan.

“Progresnya ini mungkin baru sekitar 10 persen. Jadi yang paling krusial ini untuk pengeringan di bawahnya,” katanya.

Untuk mempercepat pengerjaan, struktur jembatan nantinya menggunakan beton pracetak. Metode tersebut dinilai lebih efisien sehingga dapat mendukung pencapaian target penyelesaian proyek di tengah waktu pengerjaan yang terbatas. “Nanti pakai beton pracetak,” ujar Sutjidra.

Baca juga:  Sebanyak Rp 26,61 Triliun Kredit di Bali Telah Direstrukturisasi

Selain pembangunan jembatan, dalam peninjauan tersebut juga dibahas rencana pembangunan fasilitas panjat tebing bertaraf internasional di kawasan Integrated Farming. Fasilitas tersebut direncanakan dibangun di sisi kanan lahan Integrated Farming milik Pemkab Buleleng.

Sutjidra memastikan pembangunan jembatan tidak akan mengganggu rencana fasilitas panjat tebing yang telah masuk dalam master plan kawasan. Kedua proyek tersebut diharapkan dapat berjalan secara bersamaan.

“Mudah-mudahan ini bisa paralel, simultan, fasilitas panjat tebingnya selesai, jembatan juga selesai,” katanya. (Yuda/balipost)

BAGIKAN