
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 55.132 peserta didik jenjang SMA, SMK, SLB, dan pendidikan kesetaraan Paket C di Bali mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 yang diselenggarakan 2 gelombang oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali.
Pelaksanaan TKA ini menjadi salah satu instrumen untuk memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menegaskan TKA tidak sekadar menjadi sarana evaluasi kemampuan akademik siswa, tetapi juga bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul dan berdaya saing.
“TKA SMA dan SMK adalah jembatan menuju ke jenjang perguruan tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Wes tersebut, Selasa (27/10).
Menurutnya, pelaksanaan TKA harus dimanfaatkan siswa untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan pendidikan berikutnya. Kesiapan peserta, baik dari sisi penguasaan materi maupun kondisi fisik dan mental, menjadi faktor penting agar tes dapat berjalan optimal.
Berdasarkan rekapitulasi peserta TKA Provinsi Bali tahun 2026, peserta terbanyak berasal dari jenjang SMA, yakni 27.612 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 20.363 siswa sekolah negeri dan 7.249 siswa sekolah swasta.
Sementara itu, peserta jenjang SMK tercatat sebanyak 27.017 orang, terdiri atas 3.999 siswa sekolah negeri dan 23.018 siswa sekolah swasta. Dengan demikian, jumlah peserta SMA lebih banyak 595 orang dibandingkan peserta SMK.
Adapun peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) tercatat sebanyak 166 orang, terdiri atas 148 peserta dari sekolah negeri dan 18 peserta dari sekolah swasta. Sementara itu, pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Paket C diikuti 337 peserta.
Pelaksanaan TKA 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.
Berdasarkan rekapitulasi Disdikpora Bali, gelombang pertama diikuti 35.796 peserta atau 64,94 persen dari total peserta. Sementara itu, gelombang kedua diikuti 19.336 peserta atau 35,06 persen.
Pada gelombang pertama, peserta SMA tercatat sebanyak 17.909 orang dan SMK sebanyak 17.479 orang. Selain itu, terdapat 166 peserta SLB dan 242 peserta pendidikan kesetaraan PKBM/SKB Paket C.
Pada gelombang kedua, peserta SMA berjumlah 9.703 orang dan SMK sebanyak 9.538 orang. Adapun peserta pendidikan kesetaraan PKBM/SKB Paket C tercatat sebanyak 95 orang. Dalam rekapitulasi tersebut, tidak terdapat peserta SLB pada gelombang kedua.
Selain pembagian dua gelombang tersebut, terdapat jadwal khusus untuk mata pelajaran wajib pada 31 Oktober–1 November 2026 dan mata pelajaran pilihan pada 7–8 November 2026.
Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (26/10), TKA dilaporkan berjalan lancar. Gus Wes berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga seluruh rangkaian tes selesai.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, peserta diingatkan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Siswa diminta hadir tepat waktu sesuai sesi dan lokasi yang telah ditentukan, membawa kartu peserta serta identitas diri resmi yang masih berlaku, dan mengikuti tata tertib selama tes berlangsung.
Peserta juga diimbau tidak membawa telepon seluler, perangkat komunikasi, maupun barang lain yang dilarang selama ujian. Selain mempersiapkan diri secara akademik, siswa diharapkan menjaga kesehatan dan beristirahat cukup agar dapat mengikuti tes dengan kondisi fisik dan mental yang baik.
Gus Wes berharap seluruh siswa SMA, SMK, dan sederajat dapat mengikuti TKA dengan sungguh-sungguh serta menunjukkan kemampuan akademik terbaiknya. Kesiapan peserta dalam menghadapi evaluasi akademik dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Bali.
Melalui pelaksanaan TKA 2026, Disdikpora Bali mendorong para siswa menjadikan tes tersebut sebagai kesempatan untuk mempersiapkan masa depan pendidikan, termasuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
“Melalui TKA, mari kita wujudkan SDM Bali unggul,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)










