Warga bersama petugas kehutanan menangani tumpukan sampah di kawasan hutan Suter (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli menanggapi temuan tumpukan sampah liar di kawasan hutan Suter, jalur Besakih–Kintamani, yang diduga dibuang oleh oknum menggunakan truk pada malam hari. Berdasarkan temuan warga di lokasi, sampah tersebut diduga berasal dari luar kabupaten menyusul ditemukannya nota laundry, surat kontrak kerja hotel di Badung, serta foto anak TK asal Kuta.

Kepala DLH Bangli, Putu Ganda Wijaya, menyatakan pihaknya telah mengetahui informasi terkait pembuangan sampah sembarangan di hutan tersebut.

Dia menegaskan, lokasi pembuangan sampah ilegal tersebut pada dasarnya tidak masuk dalam jalur pelayanan angkut kebersihan rutin DLH Bangli. Meski demikian, pihaknya telah mengambil langkah koordinatif untuk membantu penanganan di lapangan.

“Mana yang memang jalur angkut dan jalur pelayanan kami di wilayah Bangli, itu yang kita layani. Untuk wilayah di luar jalur pelayanan, kami sifatnya koordinatif. Kami tetap membantu mengangkut dan membersihkan, tetapi tentu harus berkoordinasi dengan pihak kewilayahan,” ujar Ganda Wijaya, Minggu (25/10).

Baca juga:  Polisi Tambal Jalan Berlubang di Penelokan

Terkait adanya indikasi kuat bahwa sampah tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Badung, Ganda Wijaya menyebutkan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan koordinasi langsung dengan instansi terkait di kabupaten tersebut. Ia mengaku saat ini, koordinasi baru dilakukan dengan desa setempat dan pemerintah provinsi. “Karena hutan itu kewenangannya kan di provinsi,” ujarnya.

Untuk mencegah terulangnya hal serupa, Ganda Wijaya mendorong peran aktif desa dan pecalang untuk memperketat pengawasan di wilayah masing-masing. Di sisi lain, DLH selama ini juga telah memperketat penjagaan di TPA Landih guna mencegah masuknya pembuangan sampah dari luar wilayah Kabupaten Bangli.

Diberitakan sebelumnya, kawasan hutan Suter di jalur Besakih–Kintamani, dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum tidak bertanggung jawab. Tumpukan sampah yang dibuang di tepi jalan kawasan hutan tersebut diduga diangkut menggunakan truk pada malam hari. Warga menduga sampah tersebut berasal dari luar Kabupaten Bangli.

Baca juga:  Angkot Tak Ngetem, Terminal Loka Crana Dimanfaatkan sebagai Garasi

Dugaan asal sampah tersebut menguat setelah Pokdarwis Abang Erawang, BKSDA, dan komunitas motocross menemukan adanya beberapa sampah berupa kertas nota, surat dan foto yang berisi identitas lokasi saat melakukan aksi pembersihan, Jumat (23/10) lalu.

“Kami tidak sengaja menemukan foto anak TK pada tumpukan sampah, yang keberadaan TK-nya berada di daerah Kuta. ada juga nota laundry juga beralamatkan di Badung, serta berkas surat kontrak kerja karyawan hotel di Badung,” ungkap Ketua Pokdarwis Abang Erawang, Nengah Suratnata.

Selain itu, pada tumpukan sampah itu juga ditemukan limbah batok kelapa utuh yang jelas bukan berasal dari tiga desa di kawasan Abang Erawang.

Baca juga:  Pengungsi Antre Ingin Dapatkan Layanan Cukur Rambut

Ia menduga, truk pembawa sampah dari luar Bangli tersebut sengaja membuang muatannya di kawasan hutan Suter karena ditolak masuk ke TPA Landih. TPA Landih sendiri memberlakukan aturan yang hanya menerima sampah dari wilayah Kabupaten Bangli.

Suratnata mengatakan dugaan pembuangan sampah ilegal ini telah dilaporkan kepada Polsek Kintamani dan Bhabinkamtibmas setempat untuk ditindaklanjuti. Pihaknya sudah mengamankan beberapa sampah seperti foto anak TK dan kertas nota tersebut untuk dijadikan sebagai barang bukti. “Supaya nanti ada efek jera bagi pelaku,” ujarnya.

Selain melapor ke polisi, warga juga berencana memeriksa rekaman CCTV di sepanjang jalur Suter guna mengidentifikasi kendaraan mencurigakan yang melintas pada saat kejadian.

Suratnata menambahkan dari kegiatan bersih-bersih tersebut, sebanyak tiga truk sampah dari dua titik lokasi telah dibawa ke TPA Landih. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN