Revitalisasi dinding panjat tebing di Buleleng yang telah masuk tahap pondasi. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com- Setelah sempat tertunda akibat kendala teknis dan proses pengadaan, paket pekerjaan renovasi dan peningkatan standar fasilitas climbing wall di Kabupaten Buleleng kini mulai menunjukkan progres. Pengerjaan fasilitas olahraga yang berlokasi di GOR Bhuana Patra, Singaraja, tersebut telah memasuki tahap fondasi dan ditargetkan rampung akhir Desember 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Buleleng, Putu Adipta Eka Putra saat dikonfirmasi, Minggu (25/10) mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan pekerjaan agar penyelesaian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Menurut Adipta, pekerjaan fisik masih berfokus pada fondasi sebelum berlanjut ke pemasangan komponen dinding panjat. Pihaknya juga mempertimbangkan penambahan jam kerja untuk mengejar target penyelesaian pada akhir tahun. “Pekerja masih kerja dengan optimistis dulu di sana. Kita tetap genjot nanti, mungkin kita akan suruh lembur mereka juga di sana, biar kerjakan sampai Desember,” ujarnya.

Baca juga:  Program Loyalti Pelanggan, Hadiah PPN Diserahkan

Ia menjelaskan, pengerjaan fasilitas tersebut membutuhkan proses fabrikasi sejumlah komponen. Papan panjat telah disiapkan dari pabrik dan nantinya diintegrasikan dengan rangkaian besi sebagai struktur penyangga. “Banyak fabrikasi itu. Sekarang masih di level bawah, fondasi dulu. Papannya dari pabrik sudah ada, nanti kita integrasikan dengan besi-besi rangkaian,” jelasnya.

Paket pekerjaan yang dimenangkan CV Ayin Papua ini memiliki anggaran sebesar Rp1,5 miliar. Anggaran tersebut mencakup fasilitas boulder yang menjadi bagian dari sarana panjat tebing. Desain konstruksi juga telah disesuaikan dengan masukan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng, sehingga spesifikasi yang dibangun mengikuti kebutuhan teknis yang disepakati.

Baca juga:  Pengerjaan Stadion Kapten Dipta, Terapkan Prokes dan Libatkan Pekerja Lokal

Sebelumnya, rencana perbaikan fasilitas panjat tebing Buleleng sempat menghadapi sejumlah kendala. Pada September 2025, proses lelang dilaporkan telah dilakukan dua kali tanpa menghasilkan penyedia jasa. Kendala tersebut berkaitan dengan spesifikasi pekerjaan yang bersifat khusus, termasuk kebutuhan panel fabrikasi dan konstruksi dengan tingkat kemiringan tertentu.

Memasuki 2026, pemerintah daerah kembali mempersiapkan proyek tersebut melalui penyempurnaan perencanaan teknis dan penyesuaian anggaran. Nilai anggaran disebut meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar untuk menyesuaikan kebutuhan pekerjaan dan perkembangan harga material.

Baca juga:  Mulai Dibongkar, Terminal Mengwi akan Dikonsep Seperti Ini

Revitalisasi fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sarana olahraga yang lebih memadai, terlebih Buleleng dipersiapkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. Kelayakan venue panjat tebing diharapkan dapat menunjang proses latihan serta pembinaan atlet daerah. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN