Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan rehabilitasi saluran irigasi pada 68 daerah irigasi (DI) di 7 kabupaten pada tahun 2025. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan rehabilitasi saluran irigasi pada 68 daerah irigasi (DI) di 7 kabupaten pada tahun 2025. Perbaikan saluran irigasi dengan total 97.46 kilometer tersebut menelan anggaran Rp134.649.889.000 atau Rp134 miliar.

Kasatker PJPA BWS Bali Penida, Komang Gede Putra didampingi PPK Irigasi I Wayan Yuliartha saat ditemui di Renon, Jumat (23/10) mengatakan, pelaksanaan proyek yang menelan anggaran miliar rupiah tersebut dilakukan di 7 kabupaten dengan kabupaten terbanyak yakni Jembrana.

Di Jembrana ada 25 DI yang disasar perbaikan dengan panjang 38.49 kilometer. Kemudian di Gianyar menyasar 12 DI sepanjang 8.43 kilometer, Klungkung 9 DI sepanjang 11.11 kilometer, Bangli 9 DI sepanjang 7.53 kilometer, Tabanan 7 DI sepanjang 13.28 kilometer, Buleleng 3 DI sepanjang 11.83 kilometer dan Badung 3 DI sepanjang 6.76 kilometer. Selain perbaikan saluran, dilakukan juga perbaikan bangunan irigasi lainnya seperti bendung dan pintu air.

Gede Putra mengatakan, rehabilitasi saluran irigasi ini dilakukan atas pengajuan daerah ke pusat yang pengerjaannya dilaksanakan oleh BWS dengan mengandeng PT Hutama Karya. “Proyek ini ditangani oleh pusat atas usulan daerah dimana saja DI yang memerlukan bantuan,” katanya.

Baca juga:  Empat Hari Mengungsi, Satu Kritis dan Puluhan Rawat Inap di RSUD Klungkung
Salah satu daerah irigasi di Bali. (BP/kmb)

Proyek perbaikan irigasi ini tidak saja membenahi alur air dengan pemasangan batu dan beton, juga dilakukan normalisasi saluran berupa pengerukan. Hal tersebut diakuinya dapat meningkatkan debit air yang dialirkan ke lahan pertanian. Terbukti di salah satu subak di Bangli yang volume dan level air yang meningkat dari 15 cm menjadi 40 cm. “Masyarakat pun sudah merasakan manfaat tersebut. Air sudah mengalir dan komunikasi dengan masyarakat subak pun intens kami lakukan,” terangnya.

Demikian rehabilitasi saluran irigasi ini kata dia, akan berlanjut sesuai pengajuan di daerah. Tahun ini ada 52 DI yang diajukan untuk dilakukan perbaikan pada jaringan irigasi utama. Dan realisasi pengerjaanya masih menunggu proses pencairan DIPA. Target pengerjaan 52 DI ini akan dilakukan pada tahun depan.

Baca juga:  Diduga Korupsi Miliaran Rupiah, Mantan Ketua KONI Gianyar Ditahan

Dampak rehabilitasi saluran irigasi ini, salah satunya telah dirasakan oleh petani di Subak Puleai, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli, yang kini menikmati kelancaran pasokan air untuk lahan pertanian mereka. Kelian Subak Puleai, I Ketut Sirka mengatakan, hasil pengerjaan proyek perbaikan jaringan irigasi tersebut memberikan manfaat yang sangat besar bagi keberlangsungan pertanian di wilayahnya. Sejak pengerjaan rampung, aliran air irigasi langsung dapat dimanfaatkan secara optimal. “Manfaatnya sangat bagus, air mengalir lancar dan debitnya meningkat,” ujar Ketut Sirka, Jumat (23/10).

Salah satu daerah irigasi di Bali. (BP/kmb)

Ia mengungkapkan, sebelum adanya perbaikan, kondisi saluran irigasi banyak mengalami kebocoran dan perembesan. Hal tersebut menyebabkan debit air menjadi sangat kecil dan luas lahan sawah yang dapat teraliri paling banyak hanya sekitar 20 hektar. Bahkan, lambatnya pembagian giliran air membuat petani hanya bisa panen sekali dalam dua tahun. Namun, setelah perbaikan dilakukan, debit air meningkat signifikan sehingga mampu mengaliri hingga 40 hektar lahan pertanian.

Baca juga:  Baru Tiga Minggu Tuntas, Irigasi Subak Pau Sudah Rusak

Kelancaran aliran air ini juga dirasakan oleh dua subak lainnya yang berada dalam satu kawasan Subak Tampuagan yakni Subak Candi dan Subak Tabunan. “Waktu ini sudah bisa mengaliri areal 40 hektar. Ada petani yang sudah panen. Dan sekarang air sedang mengaliri 20 hektar lahan berikutnya,” tambah Ketut Sirka.

Melihat dampak positif terhadap produktivitas pertanian, pihak subak berharap program rehabilitasi irigasi dari BWS Bali-Penida dapat terus berlanjut di masa mendatang. Pasalnya, masih terdapat beberapa titik saluran irigasi di wilayah setempat yang membutuhkan perbaikan serupa.

Untuk diketahui, khusus di Kabupaten Bangli, program rehabilitasi irigasi oleh BWS Bali-Penida pada 2025 lalu dilaksanakan di enam lokasi, salah satunya Daerah Irigasi (DI) Tampuagan. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp615 juta, panjang saluran irigasi yang ditangani mencapai 685 meter. (Adv/balipost)

BAGIKAN