
AMLAPURA, BALIPOST.com – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Ananda Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan ke Desa Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Jumat (23/10). Dalam kunjungan tersebut, Ibu Wakil Presiden meminta kepada para perajin agar tetap menjaga keberadaan tenun Tenganan Pegeringsingan serta berharap adanya regenerasi penenun untuk melanjutkan pembuatan kerajinan tenun tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Selvi Gibran, tiba di Desa Tenganan Pegeringsingan sekitar pukul 10.44 WITA. Setelah sampai di Desa Tenganan, ia langsung berjalan menuju lokasi pembuatan tenun Pegringsingan.
Setelah beberapa menit melihat proses pembuatan kain tenun tersebut, istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini melihat pelatihan memasak. Dalam perjalanan menuju acara pelatihan masak, ia diberikan penjelasan tentang keberadaan Desa Tenganan. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan 500 kaca mata gratis kepada warga.
Selvi mengungkapkan, tradisi kerajinan tenun Pegeringsingan ini sudah terkenal cukup luas. Menurutnya, kain Geringsing tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga filosofi yang melekat pada kehidupan masyarakat setempat. “Gering itu artinya sakit dan sing itu tidak. Jadi, membawa filosofi tersendiri. Barang siapa yang memakai kain tenun geringsing ini, akan sehat selalu,” ujar Selvi.
Ia melihat para perajin tetap menenun meski sudah berusia lanjut. Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri, mengingat keberlangsungan tradisi menenun membutuhkan keterlibatan generasi muda.
“Kalau yang sepuh-sepuh sudah pensiun untuk tidak menenun lagi, harapannya ada regenerasi dari yang muda-muda. Saya berharap anak-anak muda di Desa Adat Tenganan Pegeringsingan tertarik melanjutkan keterampilan menenun yang diwariskan secara turun-temurun. Jika nanti membutuhkan pembinaan, kami dari Dekranas siap membantu,” katanya.
Ia menjelaskan, kain geringsing merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama. Pelestarian tradisi tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga identitas budaya Desa Tenganan Pegeringsingan.
“Saya berharap masyarakat Desa Tenganan Pegeringsingan dapat terus mempertahankan adat dan kebudayaan yang telah diwariskan sejak dahulu, sekaligus menjadi masyarakat yang sehat, sejahtera, dan mandiri. Dan keberadaan kain tenun Pegeringsingan diharapkan terus menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memperkenalkan Desa Adat Tenganan Pegringsingan kepada masyarakat yang lebih luas,” harapnya. (Eka Parananda/balipost)










