
NEGARA, BALIPOST.com – Kelangkaan BBM yang melanda Bali hampir sepekan ini belum memengaruhi harga sembako. Di Pasar Umum Negara, pasar terbesar di pusat Kota Jembrana, harga sembako masih normal, Senin (19/10).
Minyak goreng masih Rp23 ribu per liter, beras Rp17 ribu per kilogram, cabai rawit Rp55 ribu per kilogram, bawang merah Rp25 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram, bawang putih Rp30 ribu per kilogram, dan telur Rp1.500 sampai Rp2 ribu per butir. Bahkan selama kelangkaan BBM ini, pengiriman sembako dari distributor sangat lancar.
Hanya saja, dampak kelangkaan BBM membuat pembeli menurun 50 persen dibandingkan sebelum terjadi kelangkaan BBM. “Tidak hanya sembako, harga sayur mayur selama kelangkaan BBM ini juga masih normal,” ujar Ketut Asih, pedagang sembako di Pasar Umum Negara.
Menurutnya, pengiriman sayur dari daerah penghasil ke pasar juga sangat lancar. Bahkan, harga daging ayam selama kelangkaan BBM ini mengalami penurunan, dari Rp43 ribu per kilogram menjadi Rp36 ribu per kilogram.
Walau harga daging ayam menurun, pedagang daging ayam mengaku pembeli yang datang ke pasar mengalami penurunan sebesar 40 persen selama kelangkaan BBM ini. “Dengan menurunnya jumlah pembeli ke pasar selama kelangkaan BBM ini, membuat omzet pedagang menurun lebih dari 50 persen,” ujar Ni Kadek Astriadi, pedagang daging ayam di Pasar Umum Negara.
Pedagang berharap situasi ini segera berlalu dan pembeli bisa kembali normal bahkan lebih ramai dari biasanya. (Surya Dharma/balipost)










