AA Putri Mas Agung. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Badung. Pelaku industri pariwisata diminta bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi agar aktivitas wisata tetap berjalan lancar dan kualitas pelayanan kepada wisatawan tidak terganggu.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, mengatakan, langkah antisipatif penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mempertahankan kepercayaan terhadap Badung sebagai destinasi pariwisata unggulan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan pelaku usaha adalah mengefisienkan operasional, terutama dalam pengaturan perjalanan wisatawan. Pelaku industri pariwisata dapat mengoptimalkan rute perjalanan, menggabungkan penjemputan tamu, hingga menyiapkan alternatif transportasi sesuai kebutuhan.

Baca juga:  Homestay Mulai Rambah Kawasan Luar Ubud

“Pelaku industri pariwisata diharapkan melakukan langkah antisipatif dan tetap memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan,” ujar Putri Mas Agung, Minggu (18/10).

Selain efisiensi operasional, komunikasi dengan wisatawan juga menjadi faktor penting. Pelaku usaha diharapkan menyampaikan informasi mengenai kondisi perjalanan secara proaktif agar wisatawan dapat memahami situasi dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

Dispar Badung juga mengingatkan pelaku pariwisata agar menyampaikan informasi terkait kondisi BBM secara akurat dengan merujuk pada sumber resmi. Informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman di kalangan wisatawan.

Baca juga:  Biaya PCR Diturunkan, Ringankan Beban Wisatawan Berkunjung ke Bali

“Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kepanikan maupun pembatalan perjalanan yang sebenarnya masih dapat diantisipasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan koordinasi dan penanganan sesuai kewenangan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan dampak kendala pasokan terhadap masyarakat maupun sektor pariwisata di Badung.

Putri Mas Agung pun mengajak seluruh pemangku kepentingan pariwisata tetap tenang, meningkatkan koordinasi, dan memperkuat sinergi dalam menghadapi kondisi tersebut.

Baca juga:  Dijanjikan Awal Februari, Dana Ogoh-ogoh di Badung Belum Cair

Menurutnya, kesiapan pelaku usaha dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan. Dengan langkah antisipatif yang tepat, aktivitas pariwisata di Badung diharapkan tetap berjalan dengan baik di tengah kendala pasokan BBM.

“Yang terpenting, kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan pariwisata Badung tetap terjaga,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN