
BANGLI, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran masih tetap stabil di tengah situasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Bali beberapa hari terakhir. Pengelola mencatat jumlah kunjungan harian per Kamis (15/10) berada di angka 2.100 orang. Angka tersebut masih sesuai dengan batas daya dukung atau carrying capacity desa.
Kepala Unit Usaha Desa Wisata Penglipuran I Made Ambarsika Abdi mengatakan bahwa kelangkaan BBM belum berpengaruh terhadap penurunan angka wisatawan ke Penglipuran. Stabilnya angka kunjungan turut didukung oleh banyaknya rombongan wisatawan yang datang menggunakan bus.
“Kalau sesuai data masih stabil. Kebetulan pas isu kelangkaan BBM, tamu yang menggunakan kendaraan bus justru lumayan banyak, sehingga kunjungan masih stabil di angka 2.100-an,” ujarnya, Jumat (16/10) siang.
Mengenai potensi pembatalan jadwal tour, Abdi memastikan hingga saat ini belum menerima laporan pembatalan reservasi. Sementara untuk pergerakan wisatawan reguler yang menggunakan jasa pengemudi freelance, kedatangannya terpantau langsung di lokasi tanpa pemesanan terlebih dahulu.
Meski angka kunjungan belum terdampak, pihak pengelola tetap mencermati situasi kelangkaan BBM di lapangan. Menurutnya jika kelangkaan BBM ini terus berlangsung, tentu ada kemungkinan dampak terhadap aktivitas pariwisata ke depannya. Terutama bagi para driver dan guide yang mengantar wisatawan, karena mereka sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk menjalankan aktivitasnya.
“Sementara yang masih bisa kami lakukan adalah memantau perkembangan situasi sembari tetap menjaga kualitas destinasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Harapan kami situasi ini bisa dikendalikan dan tentu membaik sehingga kegiatan pariwisata bisa berjalan dengan lancar kembali,” harapnya. (Dayu Swasrina/balipost)










