Personel Kodam IX/Udayana mengerahkan personelnya ke SPBU untuk menjaga keamanan dan sebagai operator. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di masa darurat BBM di Bali, Pertamina minta bantuan pengamanan dari TNI dan Polri. Terkait hal ini Kodam IX/Udayana mengerahkan 100 personel untuk mendukung kondusifitas di SPBU, termasuk jadi operator dispenser. Tujuannya membantu mengoptimalkan proses pengisian BBM, serta mengurangi antrean kendaraan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution, Jumat (16/10) menyampaikan perbantuan personel Kodam IX/Udayana untuk mendukung pengamanan dan kelancaran pelayanan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Bali, menyusul terjadinya kelangkaan BBM yang mengakibatkan antrean panjang kendaraan.

Kapendam menjelaskan, pelibatan personel tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan PT Pertamina (Persero) sebagai upaya membantu menjaga keamanan dan ketertiban di tengah meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Baca juga:  BBM Langka, Pegawai Pemkab Badung Pilih Gowes ke Kantor

“Personel Kodam IX/Udayana diperbantukan untuk membantu pengamanan di sejumlah SPBU atas permintaan Pertamina. Tujuannya untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, menjaga situasi tetap kondusif, serta mencegah terjadinya perselisihan, baik antarmasyarakat maupun antara masyarakat dengan petugas SPBU,” jelas Kolonel Amrizal.

Kolonel Amrizal menerangkan, personel yang bertugas membantu pengamanan berasal dari aparat teritorial kodim setempat. Kehadiran prajurit di lapangan diharapkan dapat membantu menjaga ketertiban selama proses pengisian BBM, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Selain membantu pengamanan, Kapendam Amrizal menegaskan  personel Kodam IX/Udayana juga diperbantukan sebagai operator SPBU, khususnya di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Jumlah personel yang dilibatkan sekitar 100 orang berasal dari satuan Badan Pelaksana Kodam (Balakdam) IX/Udayana dan satuan Banpur jajaran Kodam IX/Udayana.

Baca juga:  Warga Tanah Pegat Tata Lahan Pribadi Jadi Taman Wisata Desa

Sebelum melaksanakan tugas tersebut, para personel telah mendapatkan pembekalan dari pihak Pertamina. Pembekalan ini menjadi bagian dari persiapan agar personel dapat menjalankan tugas perbantuan sesuai kebutuhan operasional dan prosedur pelayanan yang berlaku.

“Perbantuan personel sebagai operator ini ditujukan untuk mendukung kelancaran pelayanan, membantu mengoptimalkan proses pengisian BBM, serta mengurangi antrean kendaraan agar masyarakat dapat terlayani secara lebih tertib dan efektif,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam pengamanan maupun perbantuan operator merupakan bentuk sinergi Kodam IX/Udayana dengan Pertamina untuk membantu mengatasi kendala pelayanan BBM di lapangan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperlancar pelayanan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan SPBU.

Baca juga:  Pleno Penetapan Pemenang Pilgub Bali, Ratusan Personel Polri Dikerahkan

“Pada prinsipnya, kami mendukung upaya bersama untuk memastikan pelayanan BBM kepada masyarakat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami berharap sinergi seluruh pihak dapat membantu menjaga situasi tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan BBM secara wajar tanpa menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum,” tegas  Amrizal.

Melalui dukungan personel dan koordinasi dengan Pertamina serta unsur terkait, Kodam IX/Udayana berharap situasi di sejumlah SPBU di Bali tetap terkendali. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih tertib, sementara keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun petugas SPBU tetap terjaga. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN