dr. Made Padma Puspita, Sp.PD., (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung, mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran pelayanan ambulance kesehatan apabila kelangkaan BBM berlangsung berkepanjangan. Meski, pelayanan ambulans di lingkungan Dinkes Badung hingga Kamis (15/10) masih berjalan normal.

Kepala Dinkes Kabupaten Badung, dr. Bagus Padma Puspita, mengatakan ambulans yang beroperasi di lingkungan Dinkes Badung menggunakan jenis BBM berbeda. Sebagian kendaraan menggunakan Dexlite, sedangkan lainnya menggunakan Pertamax.

Di tengah kondisi pasokan BBM yang menjadi perhatian, pihaknya menerapkan penggunaan bahan bakar secara lebih efisien agar operasional ambulans tetap berjalan.

Baca juga:  Urai Antrean Parah di Bali, Pertamina Perkuat Pasokan hingga 57,9 Juta Liter BBM

“Sejauh ini ambulans kita masih berjalan seperti biasa. Ada yang menggunakan Dexlite dan beberapa Pertamax. Namun, kami lebih efisien dan efektif dalam penggunaannya,” ujar Padma Puspita pada Kamis (15/10).

Walaupun belum mengalami gangguan operasional, Dinkes Badung tidak ingin menunggu hingga terjadi kekurangan BBM yang berpotensi menghambat pelayanan. Ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan ambulans dapat bergerak sewaktu-waktu ketika masyarakat membutuhkan pertolongan medis.

Baca juga:  Tabanan Konfirmasi Pasien Positif COVID-19 Sembuh, Masih 4 Dirawat

Terlebih, ambulans memiliki peran vital dalam penanganan pasien gawat darurat. Keterlambatan evakuasi akibat kendala operasional berisiko memengaruhi kecepatan pasien mendapatkan penanganan medis.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, jajaran pimpinan Dinkes Badung menggelar rapat pada Kamis (15/10) sore. Rapat tersebut membahas langkah yang perlu disiapkan apabila pasokan BBM semakin terbatas hingga berpotensi mengganggu operasional ambulans.

“Ini sedang dirapatkan juga sama pimpinan. Ya, rapat tersebut membahas langkah yang perlu disiapkan apabila ambulans mengalami kekurangan atau kehabisan bahan bakar,” bebernya.

Baca juga:  Rapimnas Kadin Diharapkan Hasilkan Rekomendasi yang Bisa Diterima Semuanya

Padma Puspita menegaskan, langkah antisipasi diperlukan agar pelayanan kegawatdaruratan tetap berjalan di tengah ketidakpastian pasokan BBM. Dengan persiapan tersebut, Dinkes Badung berharap dapat mempertahankan kesiapan ambulans untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Hingga saat ini, Dinkes Badung masih mengandalkan operasional ambulans yang berjalan normal sembari mematangkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terganggunya pasokan BBM,” tegasnya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN