
AMLAPURA, BALIPOST.com – Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Bali, khususnya Kabupaten Karangasem, membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat. Bahkan, petani di Desa Besakih juga ikut merasakan dampaknya. Mereka tak dapat membeli BBM sehingga menghambat aktivitas mencari rumput untuk pakan ternak.
Salah seorang petani di Desa Besakih, I Ketut Sulandra mengatakan, dirinya sudah berkeliling untuk membeli BBM untuk sepeda motornya, namun tidak dapat karena sudah habis. “Warung yang biasanya menjual BBM eceran semuanya tak ada jual BBM,” ujarnya, Kamis (15/10).
Kondisi itu membuat dirinya tak bisa ke ladang mencari rumput untuk pakan ternak. Sebab selama ini dirinya menggunakan sepeda motor untuk mengangkut rumput mengingat lokasi ladang dengan kandang ternaknya cukup jauh.
“Di sini sebagian besar petani ke ladang mencari rumput memakai sepeda motor. Karena nyabitnya jauh. Tapi, sekarang bensin sepeda motor habis sekali, jadi hari ini tak bisa bawa sepeda motor ke ladang. Mau tidak mau sementara harus angkut rumput dengan cara di suwun,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan petani lain, Ni Nyoman Remini. Ia mengatakan, dirinya sempat mencari BBM di sejumlah warung, akan tetapi sudah habis. “Tak dapat beli BBM, stoknya habis,” katanya.
Remini berharap, krisis BBM tidak berlarut-larut. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka aktivitasnya para petani akan terus terhambat. “Biasanya ke ladang mencari rumput memakai sepeda motor, tapi dengan kondisi krisis BBM ini, membuat sekarang tak bisa memakai sepeda motor untuk mengangkut rumput. Dan terpaksa rumput di suwun,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)










