Pengendara antre untuk membeli BBM di SPBU Bebalang, Bangli. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemandangan antrean panjang kendaraan mewarnai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bangli, Rabu (14/10). Di SPBU Bebalang, pengendara bahkan ada yang sudah mengantre sejak pagi hari sebelum SPBU buka.

Pengelola SPBU Bebalang, Ketut Suwita mengatakan, pihaknya buka sesuai jadwal dari pukul 05.30 WITA. Sebelum buka, sudah ada antrean kendaraan namun tidak sampai ke jalan raya. “Kurang bisa memastikan berapa (yang antre). Sepeda motor yang banyak antre,” ungkapnya.

Baca juga:  BRI Fasilitasi 2.190 Warga Mudik Gratis

Pada siang harinya, SPBU Bebalang sementara hanya melayani penjualan BBM jenis Pertamax Turbo dengan harga Rp19.600 per liter. Sementara, BBM jenis Pertalite dan Pertamax kosong.

Kondisi sulitnya mendapatkan BBM ini dirasakan langsung oleh Dewa Sastrawan, warga yang tinggal di Pupuan, Tabanan. Ia mengaku sengaja ikut mengantre di SPBU Bangli karena sudah memantau antrean panjang di sepanjang jalurnya menuju Bangli.

“SPBU lain antreannya lebih parah dari di sini. Makanya sekarang langsung ikut antre dan beli Rp50 ribu,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur Koster Pastikan Stok BBM Aman, Depo dan SPBU Denpasar-Badung Dibuka 24 Jam

Guna mencegah kemacetan akibat antrean di jalan raya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli menerjunkan personelnya ke lapangan. Kepala Dishub Bangli, Dewa Agung Purnama, membenarkan bahwa anggotanya diturunkan di SPBU Bebalang yang ada di wilayah kota Bangli. “Kami turunkan petugas untuk melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” kata Dewa Agung Purnama.

Selain Dishub, kepolisian juga turun ke seluruh SPBU. Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, menjelaskan bahwa pengamanan telah dilakukan sejak dua hari lalu dengan melibatkan personel Polres hingga Polsek. “Pengamanan dilakukan di semua SPBU untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengatur lalu lintas agar tidak macet,” jelasnya.

Baca juga:  Groundbreaking pada Desember 2026, Proyek PSEL Semarang Raya Targetkan Olah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik

Meski terjadi peningkatan antrean akibat terbatasnya stok BBM, situasi di seluruh SPBU wilayah Bangli dipastikan masih dalam keadaan aman dan terkendali. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN