Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan mulai diuji coba. Salah satu sekolah di Bali yang menjadi pilot project yakni SDN 14 Dangin Puri. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan mulai diuji coba. Salah satu sekolah di Bali yang menjadi pilot project yakni SDN 14 Dangin Puri.

Pelaksanaan MBG prasmanan di SDN 14 Dangin Puri nampak berlangsung kondusif saat pemantauan yang dilakukan Selasa (13/10). Pembagian makanan dilakukan oleh siswa yang siswa penerima lainnya dengan sabar menunggu saat antrean.

Kepala Sekolah SDN 14 Dangin Puri, Ni Luh Sriwati mengatakan, uji coba MBG prasmanan sudah sejak 5 Oktober lalu. Rencananya uji coba ini berlangsung 10 hari dengan menyasar siswa kelas 5 dan 6.

Baca juga:  Laga Uji Coba Sepak Bola, Buleleng Tahan Imbang Tim Unggulan Badung

Ada 31 siswa kelas 5 dan 32 siswa kelas 6 sebagai penerima MBG Prasmanan ini dari total jumlah siswa 205 orang.  “Kami di SDN 14 Dangin Puri menjadi piloting MBG prasmanan di Bali yang diselenggarakan oleh Polda Bali yang dapurnya terletak di Jalan Plawa nomor 20,” katanya.

Diakuinya penyelenggaraan MBG prasmanan berlangsung kondusif. Hanya saja waktu yang dibutuhkan lebih lama yakni mencapai 30 menit.

Baca juga:  Tabrak Mobil, Dua Wanita Tewas

Sementara untuk pembagian MBG dengan sistem sebelumnya memakai ompreng hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Sistem inipun membuat siswa kekurangan waktu istirahat. “Siswa mulai istirahat itu pukul 09.00 Wita dan mulai belajar lagi pukul 09.30 Wita. Sementara pembagian MBG prasmanan hingga selesai makan berlangsung 30 menit. Kalau MBG memakai ompreng hanya butuh 15 menit, paling lambat 20 menit, sehingga masih ada sisa waktu untuk anak-anak istirahat,” katanya.

Meski demikian pelaksanaan MBG prasmanan ini kata Sriwati cukup positif. Siswa dilatih mandiri dan bertanggung jawab. Siswa secara bergilir bertugas melayani teman-temannya dalam pengambilan makanan.

Baca juga:  Pegawai Pemkab Jembrana Diujicoba Terapkan TPP

Setiap harinya ada 5 siswa yang bertugas mengambilkan menu makanan tersebut. Selain itu, menu MBG juga lebih fresh dan tidak berbau ompreng.

Salah seorang siswa, Gung Deva juga mengaku lebih suka dengan sistem MBG prasmanan. Selain menunya yang fresh, diakuinya juga lebih enak. “Menu sama rasanya enak. Kalau kurang bisa nambah juga,” katanya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN