Perbaikan drainase di Jalan Tasbih, Singaraja. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng mengalokasikan anggaran Rp1,912 miliar untuk menangani saluran drainase di lima ruas jalan di Kecamatan Buleleng. Penanganan dilakukan melalui normalisasi dan perbaikan saluran yang mengalami kerusakan, terutama di kawasan yang rawan banjir.

Lima ruas jalan yang menjadi sasaran pekerjaan tahun ini meliputi Jalan Tasbih, Jalan Angsana, Jalan Anggrek, Jalan Kemuning, dan Jalan Wijaya Kusuma. Perbaikan tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran air sekaligus mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra dihubungi, Selasa (13/10), mengatakan, sejumlah saluran di lokasi tersebut mengalami penyumbatan akibat sedimentasi dan tumpukan sampah. Di beberapa titik, kondisi saluran juga sudah rusak sehingga memerlukan perbaikan, bahkan pembangunan kembali.

Baca juga:  Sidang Dewa Puspaka, Terungkap Bupati Gianyar Disebut Terima Aliran Dana

Menurut Adiptha, penanganan disesuaikan dengan kondisi masing-masing saluran. Saluran yang masih layak akan dibersihkan dan dinormalisasi, sedangkan bagian yang rusak akan diperbaiki atau dibangun kembali. “Tidak semua dibangun baru. Ada sebagian yang dibersihkan untuk normalisasi saluran, ada sebagian yang baru karena kondisinya sudah rusak,” jelasnya.

Pekerjaan drainase tersebut mencakup kedua sisi jalan dengan menggunakan konstruksi pasangan batu. Dimensi saluran diperkirakan sekitar 1 x 1 meter, menyesuaikan ruang yang tersedia di setiap lokasi.

Baca juga:  Puluhan Sekolah di Buleleng akan Direhab

Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah Jalan Tasbih. Di kawasan ini, pekerjaan mencakup pembersihan endapan tanah, lumpur, dan sampah yang selama ini menghambat aliran air. Adiptha menyebut, saluran di kawasan tersebut sudah puluhan tahun tidak dibersihkan.

Selain persoalan drainase, pengerjaan di Jalan Tasbih juga berkaitan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar saluran. Para pedagang perlu bergeser sementara agar pekerjaan dapat dilaksanakan.

Baca juga:  Dana Ini, Digunakan Anggaran Pembebasan Lahan "Shortcut"

Pemkab Buleleng, kata Adiptha, akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menata lokasi berjualan sehingga aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan tanpa menghambat pekerjaan maupun fungsi saluran. “Jadi, harus geser saat kita kerja di Tasbih. Nanti teman-teman dari Perdagangan dan PD Pasar menyiapkan semacam model tempat jualan PKL yang bagus dan rapi,” katanya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN