Salah satu lokasi lokasi dimana gepeng beraksi di wilayah Ubud. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Maraknya keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di kawasan pariwisata Ubud kembali mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar. Guna menjaga kenyamanan masyarakat lokal dan wisatawan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) didorong untuk mengoptimalkan deteksi dini berbasis teknologi.

Ketua Komisi I DPRD Gianyar, I Wayan Suartana, Kamis (8/10) menyatakan bahwa pesatnya perkembangan pariwisata di Ubud menjadi daya tarik utama yang memicu kedatangan para gepeng untuk beraksi di titik-titik keramaian.

Baca juga:  Bali United Bertekad Kokoh di Papan Atas

“Keberadaan gepeng memang masih marak, khususnya di daerah Ubud. Perkembangan dan kemajuan pariwisata tetap menjadi indikator utama yang menarik mereka untuk beraksi di sana,” ujar Suartana.

Menanggapi fenomena tersebut, Satpol PP Kabupaten Gianyar mesti memperkuat koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gianyar. Sinergi ini difokuskan pada pemanfaatan jaringan kamera pengawas dan infrastruktur digital milik Kominfo untuk mempercepat proses pemantauan di lapangan.

Baca juga:  Hendak Disidang, Tahanan Rutan Gianyar Masuk IGD dan Meninggal

Melalui sistem deteksi cepat tersebut, petugas Satpol PP diharapkan dapat merespons serta menertibkan keberadaan gepeng secara presisi sebelum mengganggu kenyamanan publik. “Langkah cepat dalam mendeteksi keberadaan gepeng ini sangat penting agar wisatawan maupun masyarakat Ubud tidak dihadapkan dengan masalah sosial yang dapat mencoreng citra pariwisata kita,” tegas Suartana.

Pemerintah Kabupaten Gianyar pun menegaskan komitmennya untuk terus memelihara keamanan dan ketertiban kawasan Ubud sebagai destinasi wisata unggulan dunia melalui kolaborasi antarinstansi yang terintegrasi. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Perajin Patung Kepala Jerapah Banting Stir
BAGIKAN