Para pamedek sedang mengantre di jabe tengah Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, untuk melakukan persembahyangan. (BP/jay)

BANGLI, BALIPOST.com – Gelombang pamedek yang tangkil ke Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, dalam rangkaian Karya Twaur Agung Manca Wali Krama, membludak sejak Sabtu (3/10 hingga Senin (5/10) malam. Ribuan umat Hindu datang silih berganti untuk melaksanakan persembahyangan di pura yang berada di hulu Danau Batur tersebut.

Sejak pagi, arus kedatangan pamedek mulai terlihat padat. Kendaraan umat yang datang dari berbagai wilayah membuat arus lalu lintas di sekitar kawasan pura mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, antrean kendaraan sempat mengular hingga kurang lebih empat kilometer.

Baca juga:  Jelang IBTK di Pura Agung Besakih, Puluhan Shuttle Disiapkan untuk Pamedek

Kepadatan tersebut terjadi seiring tingginya antusiasme umat untuk tangkil pada hari Minggu. Kondisi ini membuat personel kepolisian, TNI, serta pecalang harus berjibaku mengatur arus lalu lintas dan pergerakan pamedek agar tetap berjalan tertib dan lancar.

Di kawasan Penataran Pura Hulundanu Batur, antrean panjang umat yang hendak memasuki jabe jero tampak terlihat sejak pagi. Pamedek harus mengantre secara bergiliran untuk dapat melaksanakan persembahyangan. Kepadatan umat bahkan masih terlihat hingga malam hari.

Baca juga:  Manis Galungan, Polisi Atensi Membludaknya Kunjungan ke Pantai

Antusiasme yang sama juga terlihat di kawasan Pura Petirtaan Hulundanu Batur. Umat yang datang untuk melaksanakan persembahyangan dan mengikuti rangkaian karya tampak memadati kawasan tersebut. Antrean pamedek terjadi secara bergantian, seiring terus berdatangannya umat ke kawasan Pura Hulundanu Batur.

“Membludaknya pamedek ini sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme umat untuk tangkil dan mengikuti rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan,” kata Ketua Pelaksana Karya, Jro Saba, Senin (5/10).

Baca juga:  Ribuan Umat Buddha Iringi Api Dharma dari Candi Mendut ke Borobudur

Jro Saba menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas antusiasme serta kehadiran seluruh pamedek. Menurutnya, ramainya umat yang tangkil menjadi bukti kuatnya sraddha bhakti sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan karya yang digelar untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pamedek yang sudah tangkil. Semoga persembahyangan ini berjalan lancar, karya labda karya, serta memberikan kerahayuan bagi umat dan alam semesta,” ujar Jro Saba. (Pramana Wijaya/balipost)

 

BAGIKAN