Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Dr. Abdul Muhari (kiri) saat berdiskusi dengan Bupati Gus Par, Senin (5/10). (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Abdul Muhari didampingi Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo mengunjungi Kantor Bupati Karangasem untuk bertemu dengan Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par, Senin (5/10).

Dalam pertemuan yang membahas tentang penguatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Karangasem itu, Gus Par mengusulkan bantuan sumur bor sampai dengan mobil tangki ke BNPB.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara Pemkab Karangasem dengan BNPB dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran lahan, kekeringan, serta banjir. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gus Par menyampaikan sejumlah kebutuhan dan usulan dukungan yang dinilai penting untuk memperkuat penanggulangan bencana di wilayah Karangasem.

Baca juga:  Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 268 Orang, Belum 50 Persen Teridentifikasi

Salah satu perhatian utama adalah kondisi sejumlah wilayah Karangasem yang mengalami kekeringan dan keterbatasan sumber air. Untuk itu, Pemkab Karangasem mengusulkan dukungan pembangunan beberapa titik sumur bor, pengembangan jaringan pipa, serta dukungan sarana dan prasarana lain guna memperkuat ketersediaan air bagi masyarakat di daerah yang rawan kekeringan.

Selain persoalan kekeringan, bupati juga mengusulkan penambahan armada mobil tangki dan mobil rescue BNPB. Ketersediaan armada yang memadai dinilai penting untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki tingkat kerawanan kebakaran lahan cukup tinggi.

Ia juga mendorong adanya pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat melalui program destana di setiap desa yang rawan terjadi kebakaran. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat di tingkat desa merupakan bagian penting dari upaya pencegahan, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah awal secara tepat sebelum kejadian berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Baca juga:  Belum Mahir Menyetir, Mobil yang Dikemudikan Pria Ini Tabrak Tiang Listrik

“Pencegahan harus kita perkuat dari tingkat desa. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran dan kekeringan,” ujar Gus Par.

Gus Par juga menyampaikan perhatian terhadap persoalan banjir yang terjadi secara berulang dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama di sejumlah wilayah. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan BNPB dalam upaya penyediaan dan pengelolaan pompa air, sebagai salah satu langkah penanganan genangan dan percepatan pengendalian banjir.

Pihaknya pun berharap koordinasi ini dapat menghasilkan dukungan konkret terhadap kebutuhan daerah sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu.

Baca juga:  Pentingnya Informasi Peringatan Dini

“Karakteristik wilayah Karangasem dengan potensi bencana yang beragam membutuhkan dukungan sarana, kesiapan masyarakat serta penanganan yang terintegrasi. Karangasem memiliki karakteristik wilayah dan potensi bencana yang beragam. Karena itu, kami membutuhkan sinergi dan dukungan pemerintah pusat agar upaya pencegahan, kesiapsiagaan hingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Dr. Abdul Muhari mengatakan, kunjungan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi dan pemetaan kebutuhan penanggulangan bencana di Kabupaten Karangasem. “Pemkab Karangasem berkomitmen memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan sarana dan prasarana, pengembangan Desa Tangguh Bencana, serta kolaborasi lintas sektor,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN