Bhayangkari Buleleng meresmikan sumur bor sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Bhayangkari Cabang Buleleng menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui sejumlah kegiatan sosial dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 tahun 2026. Kegiatan tersebut meliputi peresmian sumur bor di SMP Negeri 4 Gerokgak dan peresmian rumah layak huni bagi warga kurang mampu.

Kegiatan dipimpin Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng, Ny. Arini Gusman didampingi Pembina Bhayangkari Cabang Buleleng yang juga Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman. Salah satu kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 4 Gerokgak, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak.

Sumur bor dibangun untuk mengatasi keterbatasan pasokan air bersih yang selama ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) di lingkungan sekolah.

Melalui kerja sama Polres Buleleng, Pemkab Buleleng, serta DPRD Kabupaten Buleleng, fasilitas air bersih tersebut diresmikan untuk memenuhi kebutuhan utama sekolah. Selain dimanfaatkan oleh siswa dan tenaga pendidik, air dari sumur bor itu juga dapat membantu sejumlah warga yang tinggal di sekitar sekolah.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan 250 Bedah Rumah di Bangli

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, sekaligus mendukung kenyamanan proses belajar mengajar. Apalagi selama bertahun-tahun masyarakat di sana mengalami kesulitan air bersih. Dalam kesempatan itu, Bhayangkari Cabang Buleleng juga menyerahkan paket sembako, alat tulis, dan perlengkapan olahraga kepada pihak yang membutuhkan.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Di desa tersebut, Bhayangkari Cabang Buleleng meresmikan rumah layak huni hasil program bedah rumah bagi I Wayan Sudiarta, 46 tahun, seorang buruh harian yang tinggal di Banjar Dinas Kelodan, Desa Bengkala.

Baca juga:  Dikunjungi BNPB, Bupati Gus Par Usulkan Bantuan Sumur Bor Hingga Mobil Tangki

Bantuan rumah tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman bagi penerima. Program ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Selain bantuan hunian, Bhayangkari Cabang Buleleng menyalurkan bantuan sosial kepada 100 warga penerima manfaat di Desa Bengkala. Bantuan tersebut terdiri atas paket sembako bagi 54 warga lanjut usia (lansia) kurang mampu dan 34 penyandang disabilitas tuli yang dikenal dengan sebutan kolok. Sementara itu, 12 penyandang disabilitas lainnya menerima alat bantu kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca juga:  Daftar Tunggu Bedah Rumah di Tabanan Makin Panjang, Baru Belasan Proposal Terealisasi Tahun Ini

Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng, Ny. Arini Gusman dikonfirmasi, Minggu (11/10), mengatakan, kegiatan sosial dalam rangka HKGB ke-74 merupakan wujud kepedulian Bhayangkari untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebagai manusia biasa, kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini tentu masih terdapat kekurangan. Namun, melalui kegiatan Bhayangkari seperti ini, kami berharap dapat terus memberikan manfaat nyata, menumbuhkan kepedulian, serta menghadirkan hal-hal positif bagi masyarakat di sekitar kita,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan sosial dan kemasyarakatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. “Semoga kegiatan ini membawa berkah, mempererat kebersamaan, serta semakin memperkuat hubungan antara Bhayangkari dan masyarakat,” tambahnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN