Bahlil Lahadalia melantik pengurus Golkar Bali, Sabtu (3/10). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melantik jajaran Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali masa bakti 2025-2030 di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10) malam.

Dalam pelantikan tersebut, Bahlil menyerahkan panji-panji kebesaran Partai Golkar Provinsi Bali kepada Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih. Panji tersebut selanjutnya diharapkan dikibarkan di seluruh wilayah Provinsi Bali.

Sementara itu, pengurus DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Bali dilantik oleh Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih.

Pelantikan dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Wiharjo, sejumlah jajaran pimpinan DPP Partai Golkar, serta tokoh-tokoh Partai Golkar Bali. Hadir pula sejumlah pimpinan DPD partai politik di Bali, Ketua KPU Bali, serta ribuan kader Partai Golkar.

Dalam prosesi pelantikan, Bahlil menyampaikan penyerahan panji-panji Partai Golkar Bali kepada jajaran kepengurusan yang baru.

Baca juga:  Sahur dan Buka Puasa di Bali, Cek Jadwalnya pada 27 Februari 2026

“Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya, Bahlil Lahadalia, Ketua Umum DPP Partai Golkar, menyerahkan panji-panji kebesaran Partai Golkar Provinsi Bali kepada saudara saya, Ketua DPD Golkar Provinsi Bali, untuk selanjutnya dikibarkan di seluruh penjuru Provinsi Bali,” ujar Bahlil dalam prosesi tersebut.

Untuk periode 2025-2030, DPD Partai Golkar Provinsi Bali dipimpin Gde Sumarjaya Linggih sebagai ketua. Posisi sekretaris dijabat I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida, sedangkan bendahara dijabat I Gede Sudiana.

Sejumlah kader yang juga duduk sebagai anggota DPRD Bali turut masuk dalam struktur kepengurusan. Agung Bagus Pratiksa Linggih dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi. Ia saat ini menjabat Ketua Komisi II DPRD Bali.

Selanjutnya, Anak Agung Bagus Tri Chandra Arka dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang PP Koordinasi Wilayah Tengah yang meliputi Badung, Gianyar, dan Denpasar. Ia juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali.

Baca juga:  Sepekan PKB Ke-44, Penonton Membludak Sebabkan Kemacetan dan Sampah

I Wayan Gunawan dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Lembaga Politik. Sementara Ni Putu Yuli Artini menjabat Wakil Bendahara Bidang Pemberdayaan Perempuan.

Pada tingkat kabupaten/kota, kepengurusan DPD Partai Golkar se-Bali juga mengalami penataan untuk periode 2025-2030.

Di Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan dipercaya sebagai ketua, dengan I Wayan Dikep sebagai sekretaris dan I Wayan Tama sebagai bendahara.

DPD Golkar Klungkung dipimpin Luh Komang Ari Ayu Ningrum sebagai ketua. Posisi sekretaris ditempati Tjokorda Gede Agung dan bendahara I Nyoman Alit Sudiana.

Di Tabanan, posisi ketua dijabat I Nyoman Wirya, sekretaris I Made Asta Dharma, dan bendahara I Ketut Budi Adnyana.

Untuk Kota Denpasar, Putu Oka Mahendra dipercaya sebagai ketua, didampingi I Wayan Duaja sebagai sekretaris dan I Wayan Suwirta sebagai bendahara.

Baca juga:  Potensi Likuifaksi di Bali, Pemerintah Perlu Kebijakan Mitigasi Bencana

Di Buleleng, posisi ketua dijabat I Gede Komang Kresna Budi. Sekretaris dijabat I Nyoman Gede Wandira Adi dan bendahara I Kadek Kresna Wikan.

DPD Golkar Badung dipimpin Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra sebagai ketua, I Made Tomy Martana Putra sebagai sekretaris, dan I Gusti Ngurah Saskara sebagai bendahara.

Di Jembrana, posisi ketua dipercayakan kepada I Kade Joni Asmara Adi Putra, sekretaris I Nyoman Trisna Wirayudha, dan bendahara Ni Wayan Wirti.

Sementara itu, DPD Golkar Bangli dipimpin I Nyoman Budiada sebagai ketua, I Nyoman Basma sebagai sekretaris, dan I Nyoman Kartika sebagai bendahara.

Untuk Gianyar, posisi ketua dijabat I Gede Sudiana, sekretaris Putu Cahaya Santiyuda, dan bendahara I Gusti Agung Ngurah Arika Sudewa.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru Partai Golkar di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Bali untuk masa bakti 2025-2030. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN