Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih saat diwawancara usai membuka Rakerda DPD Partai Golkar Bali, di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih, menyatakan Partai Golkar membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk kader dari partai politik lain dan Gen Z untuk bergabung. Hal tersebut disampaikan saat diwawancara usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Bali, di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10).

Demer, sapaan Gde Sumarjaya Linggih, secara khusus mengajak generasi muda, termasuk Gen Z, untuk terlibat dalam politik. Demer menilai generasi muda saat ini memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, salah satunya karena perkembangan media sosial dan teknologi informasi.

“Kader-kader yang baik, kader-kader yang mempunyai kecerdasan, mempunyai pengalaman, ini tentunya kami sangat harapkan untuk membangun Partai Golkar,” ujarnya.

Menurut Demer, keterlibatan generasi muda juga akan diarahkan pada pemanfaatan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia menyebut perkembangan AI berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan kreativitas dan kemampuan adaptasi.

“Banyak hal nanti mungkin kita akan mencoba kreativitas mereka di bidang AI, kreativitas tentang seni, kreativitas mereka tentang ide-ide, terutama mungkin ide-ide tentang bagaimana sekarang ini aplikasi sangat berkembang cepat,” katanya.

Demer menegaskan, kreativitas generasi muda tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengembangan teknologi semata, tetapi dapat dikaitkan dengan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara efisien, efektif, dan maksimal.

Baca juga:  Beri Kuliah Umum, Koster Sebut Gen Z Pengawal Peradaban Masa Depan Bali

Ia juga menyikapi kemungkinan perubahan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dari 4 persen menjadi 5 persen. Menurutnya, apabila ketentuan tersebut diberlakukan, Golkar tetap optimis karena perolehan suara partai tersebut berada di atas ambang batas.

“Iya, kita terus terang karena sudah ada isu atau sudah ada beberapa informasi yang cukup dipercaya bahwa parliamentary threshold akan dinaikkan dari 4 persen menjadi 5 persen. Bagi Golkar tentu rasanya tidak ada masalah, karena jauh di atas itu Partai Golkar kemarin mencapai parlemennya,” ujarnya.

Demer mengatakan Golkar sebagai partai terbuka siap menerima siapa pun yang ingin bergabung. Bahkan, menurutnya, anggota baru memiliki kesempatan untuk menduduki posisi struktural partai sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Begitu mereka bergabung dengan kami, maka saat itu juga menjadi pemilik Partai Golkar. Dan siapapun yang bergabung, sesuai dengan AD/ART kami nantinya bisa menjadi pengurus, kemudian bisa menjadi ketua, bahkan menjadi ketua umum,” katanya.

Lebih lanjut, Demer menepis anggapan bahwa politik identik dengan sesuatu yang kotor. Menurutnya, politik akan memberikan dampak positif apabila dijalankan secara baik dan benar.

“Politik itu kotor?, ya kotor kalau yang melakukannya kotor. Tapi kalau yang melakukannya dengan baik dan benar, saya rasa ini akan menjadi percepatan daripada kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tandasnya.

Baca juga:  Golkar Bali Sayangkan Alasan Mundurnya Artha Dipa

Ia mengatakan Partai Golkar melalui Rakerda juga menyusun berbagai rancangan dan program yang diarahkan pada kepentingan masyarakat serta kemajuan bangsa dan negara.

Demer menyebut jalur politik menjadi salah satu ruang untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus mengimplementasikan berbagai gagasan pembangunan.

“Dalam politik, di situlah banyak hal yang bisa kita perjuangkan, banyak hal yang bisa kita implementasikan untuk apa yang menjadi hati nurani masyarakat, sehingga benar-benar apa yang menjadi tujuan kita bersama yaitu sejahtera dan makmur untuk rakyat Indonesia bisa tercapai bersama-sama,” katanya.

Terkait pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Demer menilai sejumlah program pemerintah memiliki arah yang menurutnya positif, meskipun masih terdapat kekurangan dalam implementasi.

Ia menyebut Golkar akan turut mengambil bagian dalam memperbaiki pelaksanaan program pemerintah, termasuk dari dalam pemerintahan. Menurutnya, pembangunan manusia, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia.

Menyinggung reshuffle kabinet, Demer mengatakan Golkar tidak mengalami perubahan signifikan dalam komposisi keterwakilannya. Diungkapkan, Golkar kehilangan satu posisi menteri, namun memperoleh posisi lain dengan meningkatnya jabatan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Koordinator.

“Golkar sendiri merasa bahwa kemarin itu reshuffle tidak ada yang berubah karena kami kehilangan satu tapi masuk satu, bahkan menteri kami Pak Bahlil mendapat Menko,” ujarnya.

Baca juga:  Teco Mulai Jadi Pelatih Usia 26 Tahun

Demer menegaskan posisi maupun jabatan merupakan kepercayaan yang harus dijalankan dengan baik. Ia juga menyebut penempatan dirinya sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar merupakan kewenangan Presiden.

“Wah, itu prerogatif Presiden. Dan saya sebagai kader Golkar siap apapun itu. Siapapun yang sudah masuk ke partai politik harus siap apapun itu tugasnya,” katanya.

Demer mengungkapkan sebelumnya dirinya beberapa kali disebut berpeluang menempati posisi ketua komisi, tetapi kemudian tidak terealisasi. Kini, ia menjalankan tugas sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar.

“Saya beberapa kali mau dijadikan ketua komisi terus tidak jadi, sekarang saya di Sekretaris, dan itu mungkin jalan Tuhan yang terbaik untuk saya dan saya ikut seperti air mengalir,” ujarnya.

Memasuki sekitar satu tahun kepemimpinannya di Golkar Bali, Demer mengatakan fokusnya antara lain melakukan pembenahan manajemen internal, memperkuat jaringan, serta mendekati tokoh-tokoh yang dinilai memiliki potensi dan visi yang sejalan.

Ia berharap keterlibatan orang-orang dengan gagasan dan kapasitas yang baik dapat memperkuat perjuangan politik Golkar sehingga ide dan program yang diusung dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

“Harapan saya nantinya ke depannya melalui orang-orang baik, kita bisa menyampaikan ide-ide terbaik sehingga nantinya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN