
SINGARAJA, BALIPOST.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Buleleng mendorong percepatan digitalisasi tata kelola keuangan daerah melalui aplikasi Digitalisasi Layanan Keuangan (DIGILAKU). Inovasi ini dirancang untuk mempermudah sekaligus mempercepat proses administrasi dan pelaporan keuangan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Buleleng.
Pengenalan DIGILAKU dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang dibuka Kepala BKAD Buleleng, Made Pasda Gunawan di Ruang Rapat BKAD Buleleng, Selasa (29/9). Aplikasi berbasis website tersebut menjadi salah satu upaya BKAD mengurangi proses administrasi yang selama ini masih dilakukan secara konvensional.
Made Pasda mengatakan, DIGILAKU secara khusus dirancang untuk mengoptimalkan layanan dan mempercepat pengelolaan keuangan OPD. Salah satu proses yang menjadi perhatian adalah penerbitan berita acara rekonsiliasi laporan keuangan.
Menurutnya, proses penyusunan laporan keuangan di tingkat OPD masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satunya mekanisme penandatanganan dokumen yang masih dilakukan secara manual. Kondisi itu terkadang membuat proses menjadi lebih lama, terutama ketika kepala OPD memiliki kesibukan atau mobilitas tinggi.
“Selama ini, proses penyusunan laporan keuangan di tingkat OPD sering kali menghadapi hambatan teknis, terutama terkait mekanisme penandatanganan dokumen yang masih bersifat manual. Nah, DIGILAKU ini nantinya akan hadir untuk percepatan urusan laporan keuangan itu,” ujar Pasda.
Salah satu fitur yang diunggulkan adalah tanda tangan elektronik. Dengan fitur tersebut, pengesahan dokumen diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan praktis tanpa harus menunggu penandatanganan secara langsung. Selain memangkas waktu dan proses administrasi, penerapan DIGILAKU juga dinilai mendukung upaya Pemkab Buleleng mengurangi penggunaan alat tulis kantor.
Dengan beralih ke sistem digital, kebutuhan terhadap dokumen fisik dalam proses administrasi keuangan dapat ditekan. Pasda mengatakan, DIGILAKU disiapkan dengan rancangan penerapan jangka pendek dan jangka panjang. Ke depan, proses pengelolaan administrasi keuangan diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh melalui sistem digital.
“Kompleksitas hal-hal positif inilah yang kemudian kita kemas dalam program aplikasi DIGILAKU, di mana rancangan jangka pendek dan jangka panjangnya telah kami sesuaikan agar penerapannya ke depan bisa sepenuhnya menggunakan sistem digital,” terangnya. (Yudha/balipost)










