
JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (29/9) bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.981 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.978 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi potensi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
“Karena tingginya harga minyak, para pelaku pasar memperhitungkan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh The Fed, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya tanggal 15-16 September lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga dalam tiga tahun terakhir,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.
Berdasarkan data CME FedWatch, pasar kini melihat adanya peluang sebesar 70 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan di bulan Oktober, menyusul serangkaian pernyataan bernada hawkish dari para pejabat The Fed pekan lalu.
Selain itu, pasar juga tengah menanti agenda ekonomi AS akan jauh lebih padat pada pekan ini. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dijadwalkan rilis pada Rabu (30/9), diikuti oleh data ISM Manufacturing PMI pada Kamis (1/10) dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat (2/10).
Komentar dari para pejabat The Fed juga akan dipantau untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kebijakan bank sentral selanjutnya.
Sentimen juga berasal dari potensi pembicaraan lebih lanjut antara AS dengan Iran sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang. Pembicaraan lebih lanjut diperkirakan akan berfokus pada versi revisi dari proposal tujuh hari yang diajukan Iran pekan lalu di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Rencana tujuh hari Iran tersebut mencakup penghentian segala permusuhan di Iran dan Lebanon, pencairan aset Iran senilai miliaran dolar, penghentian sanksi terhadap minyak Iran, serta pencabutan blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran,” ucap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.998 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.965 per dolar AS. (kmb/balipost)










