Penataan tembok penyengker di Pantai Kuta saat digarap pada 2023. Proyek ini satu rangkaian dengan penataan tembok pembatas wilayah pantai Samigita. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Rencana pembangunan trem menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta hingga Canggu mulai menghadapi persoalan ruang di kawasan pesisir. Abrasi yang terus mengikis pantai kawasan Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) membuat ruang antara badan jalan dan garis pantai semakin terbatas.

Wacana penataan bahkan kemungkinan pembongkaran tembok penyengker sepanjang sekitar 4 kilometer yang membentang di kawasan pesisir Samigita. Bangunan tersebut dinilai menjadi salah satu titik yang perlu diperhitungkan apabila jalur trem benar-benar melintasi kawasan pantai.

Sejumlah lapak pedagang di sepanjang pesisir juga disebut berpotensi dipindahkan untuk menyediakan ruang bagi jalur trem. Namun, informasi tersebut belum menjadi keputusan resmi pemerintah. “Kami hingga saat ini belum ada opsi pembongkaran (tembok penyengker -red),” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Nyoman R Karyasa saat dikonfirmasi, Selasa (29/9).

Baca juga:  HUT ke-22 Swami Vivekananda Yoga Sanstha Institute Digelar di Klungkung

Sebelumnya, sumber di lingkup Kecamatan Kuta yang enggan disebutkan namanya menyebut pembongkaran tembok penyengker menjadi salah satu alternatif yang muncul untuk menyediakan ruang koridor trem. Namun, pemerintah masih menunggu pelaksanaan pengisian pasir oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida untuk menangani kondisi pesisir.

Sumber tersebut mengingatkan bahwa abrasi tetap menjadi persoalan yang harus diperhitungkan dalam penataan kawasan. “Kalau pengisian pasir dilakukan, tetapi arus laut tetap mengikis pantai, kawasan pesisir bisa kembali menipis. Ini yang perlu diperhitungkan,” katanya.

Tembok penyeker Samigita sendiri dibangun pada 2023 dengan pagu anggaran mencapai Rp28 miliar lebih. Realisasi anggarannya tercatat sekitar Rp26 miliar lebih. Bangunan tersebut selama ini menjadi bagian dari penataan sekaligus perlindungan kawasan pesisir.

Di sisi lain, Pemkab Badung terus mematangkan rencana trem sebagai solusi jangka panjang menghadapi kemacetan. Moda transportasi massal tersebut dirancang menghubungkan kawasan pariwisata superintensif dari Kuta hingga Canggu.

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Senin 18 Agustus 2025

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa sebelumnya membahas rencana tersebut bersama jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurutnya, konektivitas berbasis rel dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi publik terintegrasi.

“Di samping jalan tol yang tetap menjadi prioritas, membangun konektivitas kereta api jauh lebih efektif. Semua jalan utama di Badung akan dibuatkan jalur khusus. Rencana ini juga akan diterapkan di kawasan Nusa Dua serta Central Parkir Kuta,” ujar Bupati Adi Arnawa saat menerima audiensi jajaran KAI.

Pemkab Badung juga menyiapkan konsep jalan dengan lebar hingga 24 meter. Sebagian ruang jalan nantinya dialokasikan sebagai koridor rel trem. Di Central Parkir Kuta, pemerintah merencanakan pemanfaatan lahan sekitar 1 hektare sebagai fasilitas park and ride. Kendaraan pribadi akan diarahkan parkir di lokasi tersebut sebelum masyarakat maupun wisatawan melanjutkan perjalanan menggunakan trem.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Samai Awal Pandemi

Kepala Dinas Perhubungan Badung Anak Agung Gde Rahmadi membenarkan adanya pembahasan rencana pembangunan trem bersama PT KAI. “Kami di Dinas Perhubungan turut mendampingi Bapak Bupati saat menerima kunjungan jajaran PT KAI terkait rencana pembangunan trem ini. Namun, untuk pengerjaan teknis fisik dan konstruksinya berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kami dari Dishub nantinya bertindak sebagai pihak pengguna serta pengelola operasional lalu lintas,” jelasnya.

Ia mengatakan, trem diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi kemacetan Badung sekaligus melengkapi rekayasa lalu lintas yang telah berjalan. “Kami di Dishub Badung tentunya mendukung rencana bapak Bupati ini,” tegasnya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN