
SINGARAJA, BALIPOST.com – Setelah Komang Gading Darmawan, atlet binaraga asal Buleleng, Dewa Putu Bayu, kembali mengharumkan nama Bali di tingkat Asia. Ia berhasil meraih medali perak pada ajang 58th Asian Bodybuilding and Physique Sports Championships 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 22–28 September 2026.
Dewa Putu Bayu meraih medali perak pada nomor Men’s Athletic Physique Up to 182 cm. Atlet binaan Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Buleleng tersebut berhasil menembus podium setelah bersaing dengan atlet dari berbagai negara Asia.
Pada nomor tersebut, medali emas diraih atlet asal Malaysia, sedangkan medali perunggu menjadi milik atlet Singapura. Raihan medali perak ini menjadi pencapaian membanggakan bagi Dewa Bayu sekaligus menambah prestasi olahraga Kabupaten Buleleng di kancah internasional.
Ketua Pengkab PBFI Buleleng, I Made Widiasa Pasputra saat dikonfirmasi, Minggu (27/9), mengaku bangga atas keberhasilan Dewa Putu Bayu meraih medali perak. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari persiapan panjang dan latihan intensif yang telah dijalani atletnya.
Widiasa mengungkapkan, Dewa Bayu telah menjalani persiapan selama kurang lebih satu tahun. Program latihan dilakukan secara bertahap untuk membangun kondisi fisik, meningkatkan kualitas otot, serta mematangkan penampilan sebelum berlaga di kejuaraan internasional tersebut. “Dari persiapan sampai latihan selama satu tahun, semuanya berjalan sesuai dengan yang kami harapkan,,” ujar Widiasa.
Ia menjelaskan, peluang Dewa Bayu untuk meraih medali mulai terlihat saat menjalani babak pre-judging. Meski demikian, pihaknya sebelumnya belum dapat memprediksi hasil akhir karena belum mengetahui kekuatan seluruh pesaing.
“Ketika melihat penampilannya saat pre-judging, saya sudah punya bayangan bahwa keduanya akan menjadi finalis. Astungkara, akhirnya Gading dan Dewa Bayu masuk final dan meraih juara dua,” katanya.
Widiasa menilai Dewa Bayu tampil dengan persiapan matang. Hal itu terlihat dari kondisi fisik, conditioning, ketebalan otot, hingga penampilannya di atas panggung. “Kalau melihat dari kesiapan, conditioning, dan ketebalannya, atlet kami memang layak untuk mendapatkan medali di kejuaraan kali ini,” imbuhnya.
Ia menyadari bahwa penilaian dalam olahraga binaraga melibatkan berbagai aspek penampilan dan sepenuhnya menjadi kewenangan juri. Karena itu, medali perak yang diraih Dewa Bayu tetap menjadi capaian membanggakan bagi tim pembinaan PBFI Buleleng.
Lebih lanjut, Widiasa mengatakan keberhasilan Dewa Bayu menjadi motivasi bagi PBFI Buleleng untuk terus meningkatkan pembinaan atlet. Menurutnya, mencetak atlet binaraga berprestasi membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Latihan berkelanjutan diperlukan untuk membangun kemampuan sekaligus menjaga kesiapan atlet menghadapi persaingan. Dewa Putu Bayu yang kini berusia sekitar 37 tahun masih memiliki kesempatan untuk terus berkompetisi dan menorehkan prestasi pada kejuaraan berikutnya.
Di sisi lain, Widiasa berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan KONI Buleleng terhadap pembinaan binaraga dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal pembiayaan persiapan atlet. Pasalnya, pembinaan dan persiapan atlet binaraga membutuhkan program latihan sepanjang tahun serta dukungan yang berkesinambungan.
“Dukungan yang berkesinambungan diperlukan agar atlet dapat menjalani program latihan secara optimal dan memiliki kesempatan lebih besar untuk tampil pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. (Nyoman Yudha/balipost)








