
SINGARAJA, BALIPOST.com – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet binaraga asal Kabupaten Buleleng, Komang Gading Darmawan. Ia berhasil meraih medali perak pada ajang 58th Asian Bodybuilding and Physique Sports Championships 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Sabtu (26/9).
Gading turun pada kategori Men’s Bodybuilding kelas 75 kilogram. Dalam persaingan dengan atlet dari sejumlah negara Asia, Gading berhasil menempati posisi kedua. Medali emas diraih Sagendra Sing dari Nepal, sementara medali perunggu di antaranya diraih Stoyanov Valeriy dari Nepal, Himanshu Upadhyay dari India, dan Vo Van Hoai dari Vietnam.
Ketua Pengkab Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Buleleng, I Made Widiasa Pasputra, mengaku bangga sekaligus terharu atas pencapaian atlet binaannya tersebut. Menurutnya, medali perak yang diraih Gading merupakan buah dari persiapan panjang yang telah dilakukan selama sekitar satu tahun.
Widiasa menuturkan, sejak awal pihaknya optimistis Gading mampu menembus podium. Namun, peluang tersebut belum dapat dipastikan lantaran kekuatan para pesaing dari berbagai negara belum diketahui.
Keyakinan itu semakin terlihat setelah Gading menjalani babak pre-judging. Dari penampilan awal tersebut, Widiasa mulai melihat peluang Gading untuk masuk tiga besar. Keyakinan itu akhirnya terbukti setelah Gading mampu melaju ke babak final dan finis di posisi kedua.
“Sejak pre-judging, saya sudah punya bayangan Gading masuk tiga besar. Astungkara, akhirnya Gading masuk final dan meraih juara dua,” ujar Widiasa.
Ia menilai Gading tampil dengan persiapan yang matang. Kondisi fisik, conditioning, ketebalan otot, hingga penampilan di atas panggung dinilai telah dipersiapkan dengan baik. Meski demikian, Widiasa menyadari penilaian dalam olahraga binaraga memiliki unsur subjektivitas karena keputusan akhir berada di tangan juri.
“Kalau melihat kesiapan, conditioning, dan ketebalannya, menurut pandangan kami Gading layak mendapatkan emas. Tetapi kacamata juri tentu berbeda dengan kacamata kami,” katanya.
Bagi PBFI Buleleng, capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu mengantarkan atlet daerah bersaing di tingkat Asia. Persiapan Gading dilakukan sejak jauh hari, mulai dari program latihan hingga persiapan keberangkatan ke Thailand.
Selain Gading, Buleleng juga mengirimkan Dewa Putu Bayu untuk tampil pada kejuaraan tersebut. Bayu dijadwalkan bertanding pada nomor berikutnya. PBFI Buleleng berharap atlet tersebut juga mampu memberikan hasil terbaik bagi Bali dan Indonesia.
Widiasa mengatakan, pembinaan binaraga sekaligus regenerasi atlet membutuhkan proses panjang. Atlet tidak dapat dipersiapkan hanya dalam hitungan dua atau tiga bulan. Diperlukan latihan secara berkelanjutan untuk membangun performa dan kesiapan menghadapi pertandingan.
Gading yang kini berusia 28 tahun disebut masih memiliki kesempatan untuk kembali mengukir prestasi. Begitu pula Dewa Putu Bayu yang berusia sekitar 37 tahun. Keduanya masih menjadi bagian penting dalam pembinaan dan prestasi binaraga Buleleng ke depan.
Di sisi lain, Widiasa berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan KONI terhadap pembinaan binaraga dapat terus ditingkatkan. Salah satu kebutuhan utama adalah dukungan pembiayaan selama masa persiapan atlet.
Menurutnya, persiapan atlet binaraga berlangsung sepanjang tahun sehingga membutuhkan dukungan yang berkesinambungan. Dengan dukungan tersebut, ia berharap semakin banyak atlet Buleleng yang mampu mengikuti jejak Gading dan membawa nama daerah hingga ke tingkat internasional. (Nyoman Yudha/balipost)










