
MANGUPURA, BALIPOST.com – Ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia usaha. Di tengah kondisi tersebut, PT BPR Lestari Bali mengajak pelaku usaha dan nasabah melihat bagaimana perusahaan-perusahaan di China membangun bisnis hingga mampu menjadi pemain global.
Hal itu menjadi salah satu bahasan utama dalam Bali Business Round Table (BBRT) ke-8 yang digelar BPR Lestari Bali di Renaissance Nusa Dua, Rabu (23/9).
Mengusung tema “Mengintip Dapur Bisnis China, Bertahan & Bertumbuh di Tengah Perubahan & Krisis”, kegiatan tersebut menghadirkan James Gwee sebagai narasumber. Sementara sesi talk show dimoderatori Chairman Lestari Group Alex P. Chandra.
Direktur Utama PT BPR Lestari Bali, Trisno Herman Dinijanto, mengatakan BBRT merupakan bentuk apresiasi kepada para nasabah yang selama ini telah tumbuh bersama BPR Lestari dalam berbagai kondisi.
“Acara BBRT merupakan bentuk ungkapan rasa syukur dan apresiasi kami kepada Bapak dan Ibu, para nasabah Bank Lestari, yang telah mendampingi kami untuk tumbuh bersama dalam suka dan duka,” ujarnya.
Menurut Trisno, BBRT kali ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika sebelumnya lebih banyak menghadirkan ekonom atau pakar keuangan, kali ini pembahasan diarahkan pada bagaimana dunia usaha dapat memperkuat diri dari dalam menghadapi perubahan lingkungan eksternal.
“Karena itu, kami mengajak untuk sejenak melihat kondisi eksternal. Di sisi lain, kita juga perlu melihat ke dalam diri sendiri, ke perusahaan kita, model bisnis kita dan manajemen kita. Apa yang bisa kita perbaiki agar apa pun kondisi eksternal yang terjadi, kita bisa menjadi semakin kuat dari hari ke hari,” katanya.
Trisno mengatakan perkembangan bisnis di China menjadi salah satu contoh yang menarik untuk dipelajari, terutama dalam transformasi digital dan perbaikan internal perusahaan. Menurut dia, revolusi digital telah mendorong perusahaan-perusahaan China berkembang menjadi pemain penting dalam bisnis global.
“Negara dan para pengusahanya yang berada di panggung dunia saat ini menjadi pemain kunci dalam dunia bisnis global. Semua berkat revolusi digital yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia kemudian menyinggung perkembangan BYD sebagai gambaran mengenai perubahan yang dapat terjadi dalam dunia bisnis dalam waktu relatif singkat. “Dalam waktu sekitar 10 tahun, perubahan besar dapat terjadi,” ujarnya.
Karena itu, kehadiran James Gwee dalam BBRT ke-8 diharapkan memberikan perspektif mengenai praktik bisnis dan strategi yang dilakukan para pengusaha China sehingga mampu membangun dan mengembangkan bisnisnya.
Selain membahas strategi bisnis, BPR Lestari juga memperkenalkan sejumlah pengembangan layanan digital dalam kegiatan tersebut.
BPR Lestari memperkenalkan Video Digital Journey, Tabungan Jumbo Biz, serta melakukan ceremonial launching Tabungan Jumbo Biz.
Dalam kesempatan yang sama, BPR Lestari juga memperkenalkan pembaruan sejumlah aplikasi digital. Salah satunya Lestari Mobile yang kini memiliki tampilan antarmuka yang lebih informatif dan mudah digunakan.
“Di dalam visi Bank Lestari terdapat kata digital. Artinya, kami sangat menekankan pentingnya digitalisasi sebagai aspek yang terus kami kembangkan selangkah demi selangkah agar semakin baik dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Dalam pengembangan layanan tersebut, nasabah juga kini dapat melakukan penarikan tunai melalui ATM BCA di seluruh Indonesia. Di balik percepatan digitalisasi, Trisno mengingatkan bahwa penggunaan teknologi juga membawa risiko baru, terutama terkait keamanan transaksi dan perlindungan data nasabah.
“Jika teknologi dapat membuat kita semakin mudah bertransaksi, teknologi juga dapat membuat orang yang tidak bertanggung jawab lebih mudah mencuri uang dan data kita,” katanya.
BPR Lestari, lanjut dia, berkomitmen terus meningkatkan keamanan transaksi digital. Namun, keamanan juga membutuhkan partisipasi pengguna. “Kewaspadaan dari pihak bank hanya mampu berkontribusi 50 persen. Lima puluh persen lainnya ada pada Bapak dan Ibu sebagai pengguna,” ujarnya.
Nasabah juga diingatkan tidak sembarangan mengunduh aplikasi maupun file dari sumber yang tidak jelas. BPR Lestari akan terus memberikan pengingat melalui email maupun notifikasi mengenai tips keamanan transaksi digital. (Adv/balipost)










