Gede Supriatna. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Minat remaja di Kabupaten Buleleng untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan melalui Palang Merah Remaja (PMR) terus menunjukkan peningkatan. Hingga 2026, tercatat sebanyak 2.978 anggota PMR dari berbagai sekolah di Buleleng mengikuti pembinaan dan evaluasi yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng.

Peningkatan partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya PMI Buleleng memperkuat kaderisasi relawan sejak usia sekolah. Hal itu disampaikan dalam pelantikan anggota PMR se-Kabupaten Buleleng yang dirangkaikan dengan puncak peringatan HUT ke-81 PMI di Gedung Sasana Budaya, Minggu (20/9) sore.

Ketua PMI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, keberadaan PMR memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial serta keterampilan dasar dalam kegiatan kemanusiaan.

Baca juga:  Nyepi, Layanan Publik di Badung Tutup Tiga Hari

Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan dalam aksi nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 PMI tahun ini mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”. Tema tersebut, kata Supriatna, menggambarkan pentingnya kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan dan diperkuat dengan kolaborasi. “Peduli berarti peka melihat, mendengar dan merasakan kondisi sesama. Kepedulian itu kemudian harus diwujudkan dengan bergerak melalui tindakan nyata. Semuanya dilakukan bersama sehingga memberikan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Ia mendorong anggota PMR untuk mengambil peran dalam berbagai kegiatan sederhana yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat. Diantaranya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan serta ikut mengampanyekan gerakan 3M untuk mencegah penyebaran demam berdarah.

Baca juga:  Sebanyak 328 Desa/Kelurahan di Bali Rawan Banjir

Selain itu, keterampilan pertolongan pertama juga diminta terus diasah. Keterampilan tersebut dinilai dapat mendukung optimalisasi peran usaha kesehatan sekolah (UKS) di masing-masing sekolah.

Di tingkat masyarakat, PMI Buleleng juga terus menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti pelayanan air bersih serta kesiapsiagaan melalui armada ambulans. Keterlibatan anggota PMR diharapkan menjadi bagian dari keberlanjutan kegiatan kemanusiaan tersebut.

Sekretaris PMI Buleleng, Gede Sandiasa mengatakan, pembinaan PMR menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bagi keberlangsungan organisasi. Para remaja bergabung dengan berbagai motivasi positif, sementara PMI membutuhkan kader muda yang memiliki kepedulian dan keterampilan di bidang kemanusiaan.

Baca juga:  Proses Pemasangan Patung Wisnu Murti Sudah 85 Persen

Kader-kader tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, sekaligus memahami dan menerapkan Tujuh Prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Berdasarkan evaluasi dan tes PMR seluruh tingkatan yang dilaksanakan Juni hingga September 2026, terdapat 75 unit PMR sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut.

Rinciannya, 31 unit tingkat madya dengan jumlah anggota sebanyak 1.884 orang dan 44 unit tingkat wira pada jenjang SMA/SMK/MA dengan 1.094 anggota. “Jumlah keseluruhan anggota PMR yang tercatat tahun ini mencapai 2.978 orang. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pelajar Buleleng untuk terlibat dalam kegiatan kepalangmerahan dan kemanusiaan,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN