Perumda Pasar MGS Badung mengandeng BUMD Jakarta untuk menyalurkan produksi gabah petani yang surplus.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kerja sama strategis antara Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, hingga kini belum menunjukkan hasil nyata. Sejak nota kesepahaman (MoU) ditandatangani pada 5 Februari lalu, belum ada serapan gabah petani asal Badung yang berhasil dikirim ke perusahaan penyedia pangan nasional tersebut.

Direktur Utama Perumda Pasar MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha, saat dikonfirmasi pada Minggu (20/9), membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya mengaku belum mampu memenuhi kuota ketersediaan bahan baku yang ditetapkan oleh manajemen Food Station. “Iya, untuk saat ini kami belum bisa memenuhi kebutuhan dari pihak Food Station yang mencapai 1.000 ton per bulan,” ungkapnya.

Baca juga:  Harga Emas Tiga Produk Masih Stabil pada 1 September 2025, Cek Selengkapnya

Ia menjelaskan bahwa kendala utama dalam memenuhi kuota besar tersebut bersumber dari internal pengadaan bahan baku. Hasil panen gabah dari para petani di Kabupaten Badung belum sepenuhnya dapat terserap oleh Perumda Pasar MGS, lantaran sebagian besar petani masih menjual hasil panen mereka ke tempat penyosohan beras lain.

Guna mengatasi hambatan ketersediaan bahan baku tersebut, Perumda Pasar MGS berencana memperkuat pola pengadaan di tingkat hulu sesuai arahan Bupati Badung. Langkah yang disiapkan antara lain bertindak langsung sebagai off-taker bagi para petani lokal serta membangun ekosistem kolaborasi yang solid.

Baca juga:  Gedung Rice Milling Unit Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Resmi Dipelaspas

“Kita mulai dengan menjadi off-taker petani, lalu menjalin kolaborasi dengan manajemen pertanian, sektor perbankan, kelompok Subak, hingga pengolahan pangan. Mesti dibangun satu sistem agar ketersediaan bahan baku terjamin. Jangan sampai kita sudah tanda tangan perjanjian kerja sama (PKS), namun bahan bakunya justru tidak ada,” jelasnya.

Kendati pengiriman beras belum terealisasi, Kompiang menegaskan bahwa peluang kerjasama dengan BUMD Jakarta tersebut tidak terbatas pada komoditas beras semata. Pihaknya juga menjajaki potensi komoditas pangan lain seperti gula, minyak goreng, hingga susu.

Baca juga:  Serap Gabah Petani, Perumda Pasar MGS Badung Gaet Food Station Jakarta

Di samping peluang bisnis komoditas, Perumda Pasar MGS menjadikan kemitraan ini sebagai wadah pembelajaran dalam membangun korporasi pertanian yang modern dan efisien. “Kami ingin belajar bagaimana pola Food Station dalam membangun korporasi pertanian yang begitu luas. Meskipun mereka tidak memiliki lahan pertanian sendiri, mereka mampu mendistribusikan komoditas pangan secara masif. Pola manajemen seperti itulah yang ingin kita adopsi di Badung,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN