
SINGARAJA, BALIPOST.com – Rumah permanen milik pensiunan guru, Waloridus Sunarso (75), di Banjar Dinas Ambengan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, terbakar pada Selasa (15/9) sore. Kebakaran diduga gegara api pembakaran sampah yang ditinggalkan pemilik rumah.
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz dikonfirmasi Rabu (16/9) mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, korban sempat membakar sampah di belakang rumah sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah itu, korban meninggalkan lokasi.
Diduga, api pembakaran sampah kemudian membesar dan merembet ke bangunan rumah. Kobaran api dengan cepat melalap rumah beserta seluruh isinya.
“Awalnya korban membakar sampah di belakang rumah sekitar pukul 16.00 WITA, kemudian ditinggal keluar. Tiba-tiba api membesar dan menjalar hingga ke rumahnya,” ujar Iptu Yohana.
Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Warga juga menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk menangani kobaran api.
Tim Damkar Kabupaten Buleleng tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 WITA. Petugas kemudian melakukan penyiraman untuk mengendalikan api dan mencegah kobaran meluas.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan seluruh harta benda korban di dalam rumah ludes terbakar. Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Tidak ada korban jiwa. Namun akibat kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian hingga Rp1 miliar. Seluruh harta benda korban ludes terbakar,” ungkap Iptu Yohana.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) juga diterjunkan untuk membantu proses pemeriksaan di lokasi kejadian.
Iptu Yohana mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat membakar sampah di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering. Api pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan berpotensi membesar dan merembet ke bangunan maupun lingkungan sekitar.
“Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran untuk mencegah kejadian serupa,” jelas Yohana. (Nyoman Yudha/balipost)










