Kepala BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Made Purwanasara. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Banjir bandang 10 September 2025 lalu memberi pelajaran terhadap pentingnya mitigasi bencana. Meski saat ini masih musim kemarau, persiapan menyambut musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Oktober sudah mulai dilakukan.

Selain koordinasi lintas sektor, kesiapan desa/kelurahan juga dibangun dengan akan dibentuknya posko siaga di masing-masing desa/kelurahan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Ida Bagus Made Purwanasara, saat diwawancarai, Rabu (16/9). Ia mengatakan, pihaknya sebagai fungsi koordinasi telah melakukan koordinasi bersama dinas terkait seperti PUPR, DLHK, Dinas Sosial maupun BWS.

Baca juga:  BMKG Petakan Wilayah Rawan Hujan Tinggi di Jawa-Bali Nusra Selama Nataru

Selain itu, posko siaga di masing-masing desa/kelurahan juga akan dibentuk untuk respon cepat saat ada kejadian di masing-masing wilayah. “Jika ada kejadian nantinya bisa ditangani dulu di desa/keluarahan, sebelum kami tiba di lokasi,” katanya.

BPBD Denpasar sendiri kata dia, sudah memberikan bantuan berupa alat pemotong kayu di masing-masing desa/kelurahan. Alat tersebut dapat digunakan saat terjadi bencana pohon tumbang. Dan untuk posko siaga, pihaknya mengaku dalam waktu dekat akan mengadakan rapat pembentukannya.

Baca juga:  Penataan Alur Sungai

Menurut Purwanasara, pembetukan posko siaga dan kesiapan di tingkat desa/kelurahan dalam mengahadapi bencana ini sangat penting. Pertama karena pihak desa/kelurahan yang lebih paham terkait wilayahnya dan kedua penanganan bencana bisa lebih cepat.

“Karena berkaca dari banjir tahun lalu. Banyak titik-titik yang tidak bisa kami akses akibat air sudah duluan menggenang. Yang ada di wilayah lebih bisa mengaksesnya. Dengan itu peran desa/kelurahan sangat penting saat terjadinya bencana,” ujarnya.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Rencana Tol Bali Mandara Terkoneksi ke KEK Kura-Kura hingga Presiden Singgung Bali Kotor

Disisi lain BPBD Kota Denpasar juga akan melakukan sosialisasi tanggap bencana ke desa/kelurahan termasuk pencanangan desa tangguh bencana. Sosialisasi juga dilakukan di wilayah-wilayah yang rawan terdampak seperti halnya Pasar Kumbasari yang cukup terdampak pada banjir bandang tahun lalu. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN