Siswanya SDN 2 Tembuku belajar di balai desa Tembuku. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Gedung SDN 2 Tembuku direvitalisasi dengan kucuran dana pusat sebesar Rp1,07 miliar. Selama pengerjaan fisik berlangsung, proses belajar mengajar puluhan siswa di sekolah tersebut untuk sementara dilaksanakan di Balai Desa setempat.

Kepala SDN 2 Tembuku Ni Wayan Sri Noviani mengatakan, siswanya mulai belajar di balai desa Tembuku sejak Senin (7/9). Pemanfaatan balai desa sebagai tempat belajar sementara merupakan hasil kesepakatan rapat bersama komite sekolah, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat setempat. “Itu sudah sesuai hasil rapat komite sekolah. Seluruh siswa kami belajar di sana dari kelas I-VI berjumlah 79 orang,” ungkapnya Selasa (8/9).

Baca juga:  Sekolah Berbasis Riset dan Inovasi

Dikatakan bahwa sejauh ini tidak ada persoalan yang dialami siswa terkait kegiatan belajar mengajar di balai desa. Pihaknya berharap para siswa tetap nyaman mengikuti pembelajaran sementara di tempat tersebut.

Dalam kegiatan revitalisasi di SDN 2 Tembuku tahun ini, terdapat tiga ruang kelas, satu ruang perpustakaan, serta satu toilet yang diperbaiki. Selain itu, ada dua gedung baru yang dibangun yakni ruang UKS dan administrasi. Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola. Proses revitalisasi dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.

Baca juga:  Sisi Gelap Bimbel

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli Ida Bagus Mahaarta mengatakan bahwa pihak sekolah telah menyampaikan pemberitahuan resmi terkait penggunaan balai desa sebagai lokasi belajar sementara.

Menurutnya, jika terdapat sekolah dasar terdekat, opsi yang umum diambil adalah meminjam ruang kelas dengan menyesuaikan jadwal belajar pada sore hari. Namun, karena tidak terdapat sekolah terdekat yang dapat digunakan maka pemanfaatan balai desa menjadi satu-satunya pilihan agar proses belajar mengajar tetap berjalan. “Kalau saya lihat dari penyiapan tempat, sangat dibantu oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Palebon Ida Pedanda Gede Telaga akan Digelar 31 Agustus

Terkait Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Bangli tahun 2026, Mahaarta mengatakan alokasinya tergolong lumayan. Dia menyebutkan, tercatat ada 14 sekolah yang menerima program tersebut. Meski demikian, angka pasti jumlah sekolah penerima bantuan hingga saat ini belum bersifat final karena proses masih terus berjalan. “Data pastinya belum final. Posisi kemarin ada 14 sekolah, saat ini masih ada 6 sekolah yang sedang dalam tahap persiapan. Kemarin kami disurati untuk memberitahu sekolah-sekolah tersebut untuk segera mempersiapkan data yang dibutuhkan,” jelasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN