MPLS -Siswa baru saat mengikuti kegiatan MPLS hari pertama di SMPN 2 Amlapura. (BP/Nan)

 

AMLAPURA, BALIPOST.com – SMPN 2 Amlapura terpaksa harus mengurangi jumlah penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2026/2027. Hal itu dilakukan mengingat sesuai dengan regulasi sekolah tidak diperbolehkan lagi untuk menerapkan proses pembelajar double shif.

Kendati demikian, selama tiga tahun kedepan sekolah masih diberikan kelonggaran melaksanakan double shif mengingat masih terkendala ruang kelas sampai dapat dibangunnya gedung baru.

Kasek SMPN 2 Amlapura, I Kadek Wirawan membenarkan, kalau tahun ini pihak sekolah mengurangi jumlah penerimaan peserta didik baru. Kata dia, kalau untuk tahun lalu sekolah menerima sebanyak 490 siswa, tapi tahun ini hanya menerima 450 siswa.

Baca juga:  Sekda Bangli Tekankan Jangan Belajar Bahasa Bali Hanya Saat Lomba

“Jadi, tahun ini ada pengurangan penerimaan peserta didik baru sebanyak 40 orang. Dengan jumlah itu, rombel yang sebelumnya 11 rombel, kini turun menjadi 10 rombel. Dan setiap rombel jumlahnya 45 siswa,” ucapnya saat dikonfirmasi, pada Rabu (15/7) kemarin.

Wirawan mengatakan, pengurangan penerimaan peserta didik baru ini dilakukan, mengingat sesuai dengan regulasi, sekolah tak diperbolehkan untuk melakukan sistem pembelajaran double shif. Kendati demikian, pemerintah dalam hal ini Disdikpora sampai saat ini masih memberikan kebijakan atau waktu hingga beberapa tahun kedepan untuk menerapkan double shif ini.

Baca juga:  Takahide Valentino Latih Renang dan Urus Basket

“Dikasi rentan waktu selama tiga tahun untuk melaksanakan sistem pembelajaran double shif. Tapi, pak Kadis minta kelonggaran selama ruang kelas belum memadai. Dan kami juga telah minta ruang kelas baru, dan kami sudah sampaikan ke dinas dan juga ke komisi 4 DPRD Karangasem yang menangani pendidikan,” katanya.

Dia menjelaskan, pelaksanaan MPLS hingga hari ketiga berjalan dengan lancar. Seluruh siswa telah mengikuti MPLS secara disiplin dan tertib. “Untuk selanjutnya disesuaikan dengan materi yang sudah dirancang,” imbuh wirawan. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Bale Agung Pura Gria Desa Adat Sebuluh Tertimpa Pohon Beringin

 

BAGIKAN