
DENPASAR, BALIPOST.com – Kondisi parkir di RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah atau RSUP Prof. Ngoerah dikeluhkan masyarakat akhir-akhir ini. Selain semrawut akibat terbatasnya tempat, mahalnya tarif parkir juga menjadi sorotan.
Salah seorang pengunjung, Carita, ditemui di parkir basement RSUP Prof. Ngoerah, Rabu (2/9), mengaku sering kesulitan mencari parkir saat harus melakukan pengobatan pascaoperasi anaknya. Baik di parkir basement ataupun di atas, menurutnya, kondisinya semrawut. Terlebih di halaman atas yang lantai dasar tidak rata dan ruang terbuka yang panas.
Selain itu, tingginya tarif parkir dan parkir progresif juga dikeluhkannya. “Tiga jam pertama itu sudah Rp3.000. Kalau darurat mesti bolak balik itu beberapa kali kena parkir,” katanya.
Carita pun membandingkan tarif parkir di RS lain bahkan RS swasta yang lebih murah. “Kalau di swasta itu per jam Rp2.000, bahkan RS di Tuban ada yang gratis malahan,” ujarnya. Pria asal Seminyak ini berharap ke depan tata kelola parkir di RSUP Ngoerah bisa lebih baik lagi.
Hal senada diungkapkan oleh pengunjung lainnya, Ayu Pratiana. Dia mengaku kesemrawutan parkir sering terjadi terutama pada hari Senin mengingat kunjungan ke rumah sakit cukup padat. Fasilitas parkir di RSUP Prof. Ngoerah dinilainya sudah bagus, hanya saja karena kepadatan pengunjung membuat kendaraan diparkir sembarangan.
Terkait harga, menurutnya, masih wajar. Hanya saja kesemrawutan yang perlu diperbaiki serta kurangnya personel penjagaan parkir. “Harusnya ada petugas kontrol, kalau penuh segera ditutup biar kendaraan gak numpuk,” ujarnya yang cukup sering ke RSUP Prof. Ngoerah mengantarkan rekannya untuk kontrol.
Sementara itu, Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Prof. Ngoerah, Made Udayana mengakui saat ini memang ada keterbatasan areal parkir akibat terbatasnya lahan dan tingginya kunjungan ke RSUP Prof. Ngoerah. Saat ini kapasitas lahan parkir di RSUP Prof. Ngoerah hanya mampu menampung 675 unit kendaraan roda 2 dan 321 unit kendaraan roda 4. Sementara itu, jumlah kunjungan poliklinik per hari rata-rata sekitar 1.600 orang dan rata-rata pasien rawat inap mencapai 550 orang per hari.
Untuk mengatasi keterbatasan parkir tersebut, pihaknya memberlakukan pendaftaran secara online sehingga pasien yang tengah melakukan rawat jalan bisa datang sesuai jadwal. “Dengan pendaftaran online tersebut kepadatan parkir bisa terurai,” katanya.
Selain itu, RSUP Prof Ngoerah juga berencana menambah gedung parkir baru setinggi 5 lantai di Gedung Ratna lama. Pembagunan gedung yang saat ini tengah dalam tahap studi kelayakan tersebut diprediksi akan mampu menambah kapasitas parkir hingga 2 kali lipat.
“Daya tampungnya kalau roda empat kurang lebih 400 unit dan sekitar 1.000 unit roda 2. Itu kembali lagi, mudah-mudahan alokasi terhadap usulan anggaran itu disetujui. Sehingga memiliki sentral gedung yang bisa mengakomodir kebutuhan customer,” ujar Made Udayana.
Terkait tingginya tarif parkir, Udayana menyarankan agar penunggu pasien rawat inap menggunakan parkir berlangganan untuk parkir dalam waktu lama. Tarif berlangganan yang ditawarkan meliputi roda 2 tarif berlangganan 5 hari sebesar Rp15.000. Dibandingkan tarif reguler Rp10.000 per 24 jam (total Rp50.000 untuk 5 hari) tentu tarif langganan ini lebih murah.
Untuk roda 4, tarif berlangganan 5 hari sebesar Rp30.000. Itu jauh lebih murah dibandingkan tarif reguler Rp25.000 per 24 jam (total Rp125.000 untuk 5 hari). (Widiastuti/bisnisbali)










