
DENPASAR, BALIPOST.com – Layanan jemput bola menjadi salah satu upaya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar untuk menggenjot capai aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Layanan yang langsung ke banjar-banjar atau desa/kelurahan inipun dilakukan menyesuaikan permintaan atau waktu masyarakat baik itu pagi, siang, ataupun malam hari.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar, Ni Putu Puji Astuti saat diwawancarai, Kamis (27/8), mengatakan, sudah sekitar 1,5 bulan terakhir, petugas Disdukcapil turun langsung ke banjar-banjar di seluruh Kota Denpasar setiap hari, mulai pagi hingga malam. Ini menjadi salah satunya dilakukan untuk mengejar target aktivasi IKD.
Pelayanan hingga malam hari dilakukan menyesuaikan waktu pelayanan dengan permintaan banjar maupun desa/kelurahan. “Ada yang minta pagi, siang dan malam,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas Disdukcapil menyebar ke setiap banjar dengan melibatkan dua tenaga dari Disdukcapil. Mereka juga dibantu petugas registrasi dari masing-masing desa atau kelurahan.
Atas upaya tersebut, capaian aktivasi IKD di Kota Denpasar menjadi relatif cukup tinggi. Hingga 25 Agustus 2026, persentase capaian aktivasi mencapai 17,04 persen dari total target 20 persen untuk tahun 2026. Sisanya menjadi pekerjaan rumah bagi Disdukcapil untuk terus memperluas jangkauan pelayanan.
Dengan pola jemput bola yang berlangsung sejak sekitar 1,5 bulan terakhir, Disdukcapil berharap cakupan aktivasi IKD dapat terus meningkat dan target yang ditetapkan dapat tercapai.Disdukcapil pun membuka pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat di banjar dan desa/kelurahan, termasuk pada malam hari, sehingga warga yang bekerja atau memiliki keterbatasan waktu pada siang hari tetap mendapat kesempatan melakukan aktivasi IKD. (Widiastuti/bisnisbali)









