
BANGLI, BALIPOST.com – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik Pemerintah Kabupaten Bangli mengalami penurunan produksi listrik yang signifikan. Kondisi itu berpengaruh pada pendapatan yang diterima dari hasil penjualan listrik ke PLN. PLTS yang sebenarnya mampu menghasilkan pendapatan Rp75 juta hingga Rp90 juta per bulan, kini hanya mampu menghasilkan sekitar Rp15 juta per bulan.
Kabag Ekonomi Setda Bangli Dwi Wahyuni mengungkapkan turunnya produksi listrik PLTS dipicu oleh rusaknya mayoritas komponen inverter pada fasilitas yang dibangun pada 2013 tersebut. Dari total 50 unit inverter yang ada, saat ini hanya 14 unit yang masih aktif berfungsi. “Sisanya rusak. Karena pada April lalu kena sambaran petir sehingga menambah jumlah inverter yang rusak,” ungkapnya, Kamis (27/8).
Pada awal beroperasi tahun 2013, PLTS Bangli mampu memproduksi listrik 1.210.013 kWh. Saat ini, produksinya hanya 22.564 kWh. Dwi Wahyuni menjelaskan bahwa perbaikan inverter tidak bisa dilakukan dengan cepat karena perangkat PLTS yang dibangun tahun 2013 lalu itu memiliki komponen yang berat, dan suku cadangnya sudah tidak tersedia lagi di pasaran.
Menyikapi kondisi tersebut, upaya yang dilakukan yakni dengan menggandeng pihak ketiga/ investor untuk melakukan revitalisasi. Pihaknya juga berupaya minta bantuan pusat dan provinsi. Pihaknya berharap fasilitas PLTS yang saat ini dikelola Perseroda BMB terrsebut dapat direvitalisasi agar Bangli mampu berkontribusi dalam mendukung pasokan energi bersih, baik di tingkat lokal maupun nasional. (Dayu Swasrina/balipost)










