Pohon sikat botol yang tumbuh di atas trotoar di Jalan Gajah Mada, Denpasar. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Beberapa pohon terdampak pada penataan pusat kota, terutama di kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar. Pohon-pohon tersebut diupayakan diselamat dengan memindahkan dan ditanam kembali, khususnya jenis Sikat Botol (Callistemon). Ada puluhan pohon yang sudah diselamatkan dan ditanam di Lapangan Puputan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Ayu Widhyanasari saat dikonfirmasi, Kamis (27/8) mengatakan, pohon yang masih memungkinkan untuk diselamatkan telah dipindahkan dan ditanam kembali. Sementara untuk pohon yang tidak bisa diselamatkan akan diganti. Dikatakan ada pohon yang tidak dapat dipertahankan seperti yang berukuran besar dan sudah berumur.

Baca juga:  Kuasai 9,28 Gr Sabu, Dek Gus Dihukum Enam Tahun Penjara

Menurutnya, penyelamatan pohon dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi akar. Pohon yang memiliki perakaran cukup baik diupayakan tetap hidup melalui proses pemindahan. DLHK mencatat terdapat tiga pohon besar yang harus dipotong karena kondisi bagian dalam batang sudah mengalami kondensasi. “Yang besar-besar karena umur, ada tiga dipotong. Ada kondensasi di dalam,” jelasnya.

Untuk pohon yang masih bisa dipindahkan, DLHK menggunakan teknik khusus untuk menjaga perakaran pohon dalam proses pemindahannya. Salah satunya dengan mengangkat atau mengkoker bagian akar agar tidak mengalami kerusakan parah saat dipindahkan.

Baca juga:  Pub dan Restoran di Legian Terbakar

Widhyanasari menegaskan, penataan tidak semata-mata mempertimbangkan keberadaan pohon, tetapi juga fungsi ruang dan aspek estetika kawasan. Salah satu lokasi yang mengalami penyesuaian berada di area pedestrian Gajah Mada, tepatnya di depan plang nama kawasan yang akan ditata menjadi pelataran.

Penataan tersebut dilakukan agar pandangan dari arah Patung Kuda dan Jam tetap terbuka sehingga elemen kawasan dapat terlihat lebih jelas. Meski demikian, DLHK memastikan pohon yang harus ditebang akan diganti dengan tanaman baru sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas ruang terbuka hijau (RTH) kawasan pusat kota.

Baca juga:  Menata Taman Kota di Bali

Dia menambahkan, karakter pohon sikat botol juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan karena pertumbuhannya cenderung mengarah mengikuti sumber cahaya matahari.

Langkah penyelamatan dan penggantian pohon ini menjadi bagian dari penataan kawasan Gajah Mada yang tidak hanya mengejar perubahan tampilan fisik, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan penghijauan dan kualitas lingkungan kota. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN