Penumpang pesawat berjalan melewati area pemeriksaan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (29/1/2026). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi virus Zika di wilayah Bali. Kepastian tersebut disampaikan menyusul pemberitaan mengenai Travel Health Notice Level 2 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat terkait peningkatan kasus Zika di Bali.

Berdasarkan data surveilans rutin yang dihimpun Dinkes kabupaten/kota serta rumah sakit se-Bali, belum ditemukan adanya kasus Zika yang terkonfirmasi di Provinsi Bali. Meski demikian, Dinas Kesehatan Bali bersama Kementerian Kesehatan RI tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan sistem peringatan dini global tersebut sebagai bahan evaluasi.

Baca juga:  RSJP Bali Resmi Ganti Nama

Kepala Dinkes Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., dalam siaran persnya, Senin (24/8), menjelaskan penyakit virus Zika umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menjadi salah satu vektor penyakit arbovirus lainnya, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

Gejala Zika antara lain ruam, demam, mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, lemah, dan sakit kepala. Gejala umumnya muncul setelah masa inkubasi sekitar 3-14 hari dan biasanya berlangsung selama 4-7 hari.

Baca juga:  Hingga November, Kedatangan Wisatawan Tiongkok Masih Mendominasi

Meski belum ditemukan kasus terkonfirmasi, Dinas Kesehatan Bali mengimbau masyarakat, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Bali, tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun sekitar rumah.

Pencegahan juga diarahkan melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang, disertai penggunaan losion antinyamuk, kelambu, atau obat antinyamuk lainnya. Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor utama penularan Zika.

Baca juga:  DPRD Bangli Tetapkan Lima Ranperda

Dinkes Bali meminta masyarakat yang mengalami gejala yang mengarah pada Zika agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem deteksi

BAGIKAN