Anggota Polsek Densel bersama pihak terkait melakukan pengamanan kegiatan agama. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan (Densel) sangat heterogen dan rawan konflik terutama antarumat agama. Pasalnya pada 2013 pernah terjadi bentrok antarwarga dan melibatkan beda umat agama. Untuk mencegah peristiwa ini tidak terulang lagi, Polsek Densel berupaya terus memperkuat  toleransi antarumat beragama.

“Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya gesekan sosial, yang berpotensi mengganggu kerukunan antar umat beragama,” tegas Kapolsek Densel Kompol Agus Adi Apriyoga, Sabtu (22/8).

Baca juga:  Upaya Lindungi Jurnalis, Kejagung-Dewan Pers Perkuat Kolaborasi

Menurut Kompol Agus, upaya yang dilakukan meliputi upaya preemtif yaitu peningkatan monitoring dan deteksi dini terhadap potensi konflik bernuansa SARA, penguatan komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pecalang, perangkat desa/kelurahan, serta pengurus lingkungan di masing-masing wilayah.

Polsek Densel melalui Bhabinkamtibmas bekerja sama dengan Babinsa memberikan penyuluhan berkesinambungan kepada warga binaannya untuk mengantisipasi potensi kesalahpahaman yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan, perayaan hari besar keagamaan, kegiatan masyarakat pada malam hari, serta isu atau informasi provokatif yang beredar melalui media sosial.

Baca juga:  Usai Bimtek PDIP Gelar Konsolidasi di Nusa Dua, Bukan Kongres

“Selain itu, dilakukan upaya preventif dengan melaksanakan patroli dan sambang secara humanis pada lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan, terutama menjelang dan saat pelaksanaan kegiatan keagamaan. Setiap permasalahan yang muncul diupayakan untuk segera diselesaikan melalui komunikasi dan mediasi bersama para tokoh serta unsur terkait sebelum berkembang menjadi konflik terbuka,” ujarnya.

Polsek Densel juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi antar umat beragama, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi, serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan langkah tersebut diharapkan tidak terjadi konflik antar umat beragama untuk situasi kamtibmas di wilayah Denpasar Selatan yang tetap aman, kondusif, serta harmonis. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Pedagang di Denpasar Diimbau Kelola Sampah Sendiri
BAGIKAN