
MANGUPURA, BALIPOST.com – Bali menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelancaran distribusi barang di tengah tingginya mobilitas kendaraan di jalur darat. Untuk menjawab persoalan tersebut, rencana pembangunan sejumlah pelabuhan logistik domestik mendapat dukungan penuh, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Badung.
Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan distribusi barang terhadap jalur darat. Selama ini, kendaraan logistik dari berbagai wilayah masih banyak menggunakan jaringan jalan utama yang melintasi Jembrana, Tabanan, hingga Badung.
Tingginya aktivitas kendaraan barang di jalur tersebut turut menambah beban lalu lintas dan berpotensi memperparah kemacetan, terutama pada ruas dengan mobilitas kendaraan yang tinggi.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menilai, distribusi logistik tidak selamanya harus mengandalkan transportasi darat. Menurutnya, pemerintah dapat mengoptimalkan jalur laut dengan membangun sejumlah titik pelabuhan logistik yang lokasinya lebih dekat dengan kawasan tujuan distribusi.
“Distribusi logistik tidak harus selalu bertumpu pada jalur darat. Dengan mengoptimalkan jalur laut melalui pembangunan beberapa titik pelabuhan logistik, arus pengiriman barang dapat diarahkan langsung ke pelabuhan terdekat dari daerah tujuan, seperti wilayah Badung dan sekitarnya,” ungkap Bupati Adi Arnawa.
Konsep tersebut dinilai dapat memangkas perjalanan kendaraan logistik di jalan raya. Barang yang masuk ke Bali melalui jalur laut nantinya bisa diarahkan menuju titik pelabuhan yang memiliki akses lebih dekat dengan pusat distribusi.
“Pengalihan sebagian arus barang dari jalan raya menuju jalur laut juga berpotensi memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat. Berkurangnya kendaraan logistik di ruas jalan utama dapat menekan kepadatan lalu lintas sekaligus mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan,” jelasnya.
Selain persoalan kemacetan, kata Bupati Adi Arnawa, sistem logistik berbasis jalur laut dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi. Jarak pengiriman yang lebih pendek dari pelabuhan menuju daerah tujuan berpeluang memangkas waktu tempuh dan biaya operasional angkutan barang.
Bagi Bali sebagai daerah pariwisata dan pusat aktivitas ekonomi, kelancaran distribusi logistik menjadi salah satu faktor penting. Kebutuhan barang untuk sektor perdagangan, jasa, restoran, hotel hingga berbagai aktivitas ekonomi terus bergerak seiring tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan.
“Pembangunan pelabuhan logistik domestik juga membutuhkan integrasi antara jalur laut dan jaringan transportasi darat. Karena itu, penentuan lokasi pelabuhan, konektivitas jalan, kapasitas bongkar muat serta pola distribusi menjadi bagian penting agar sistem tersebut benar-benar efektif,” terangnya.
Rencana tersebut merupakan bagian dari kewenangan Pemerintah Provinsi Bali dalam menata sistem transportasi dan logistik kawasan secara lebih terintegrasi. Jika direalisasikan dengan perencanaan matang, pelabuhan logistik domestik dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tekanan kendaraan barang di jalur darat Bali. (Parwata/balipost)










