Gubernur Bali, Wayan Koster turun langsung menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. (BP/Istimewa)

KUPANG, BALIPOST.com – Kepedulian Pemerintah Provinsi Bali terhadap korban bencana gempa di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditunjukkan Gubernur Bali Wayan Koster. Gubernur Koster turun langsung menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (20/8).

Penyerahan disaksikan langsung Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Bupati Manggarai Barat.

Gubernur Koster mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan simpati masyarakat serta Pemerintah Provinsi Bali kepada warga NTT yang sedang menghadapi bencana

“Ini bentuk rasa empati dan simpati masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali kepada warga terdampak bencana,” kata Gubernur Koster, Jumat (21/8).

Menurut Gubernur Koster, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pemerintah daerah dalam menangani masyarakat terdampak, khususnya di sejumlah kabupaten yang terkena dampak bencana.

Yang menarik, bantuan tunai tersebut tidak semata-mata diposisikan sebagai alokasi pemerintah, tetapi dihimpun melalui semangat gotong royong di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Hal itu, kata Koster, menjadi bagian dari kepedulian masyarakat Bali terhadap saudara-saudaranya di NTT.

Baca juga:  Kesembuhan Pasien COVID-19 Bali Sudah 95 Persen, Hanya Segini Masih Dirawat

Solidaritas juga datang dari Pemerintah Provinsi NTB. Dalam kunjungan yang sama, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyerahkan bantuan logistik berupa satu ton beras, 230 dus air minum kemasan 660 mililiter, satu unit tenda posko, dan 60 dus mi instan.

Bagi Koster, respons bersama tersebut memiliki makna lebih luas karena menyangkut hubungan tiga provinsi di kawasan Sunda Kecil yang selama ini dibangun melalui Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.

Kerja sama tersebut sebelumnya telah diformalkan melalui kesepakatan tiga gubernur dan diarahkan untuk memperkuat konektivitas, pariwisata, energi, perdagangan, serta ekspor.

Namun, Gubernur Koster menilai kerja sama itu tidak boleh berhenti pada dokumen dan agenda pembangunan. Ketika bencana terjadi, hubungan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan tindakan nyata.

“Kerja sama Regional Tiga Provinsi Sunda Kecil, yaitu Bali, NTB dan NTT, sudah menjadi ikatan kerja sama dalam suka dan duka,” ujarnya.

Baca juga:  Bali Penyumbang Devisa Terbesar, Komisi V DPR RI Desak Percepatan Infrastruktur Strategis

Menurut Gubernur Koster, Bali, NTB, dan NTT memiliki keterhubungan historis sebagai bagian dari kawasan Sunda Kecil. Karena itu, hubungan antardaerah tersebut semestinya tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi dan pembangunan, tetapi juga menjadi kekuatan sosial ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

Gubernur Bali dua periode ini bertolak ke Labuan Bajo Manggarai Barat bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.

Solidaritas Sunda Kecil untuk Korban Gempa Flores ditunjukan Gubernur Koster, Gubernur NTB dan Pangdam IX. Pemerintah Provinsi Bali dan NTB bersinergi dengan Kodam IX/Udayana mengirimkan tim medis, logistik, serta melakukan asesmen kebutuhan warga di lokasi terdampak.

Kehadiran para pemimpin daerah yang memiliki ikatan historis Sunda Kecil ini diterima Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Mereka berkoordinasi dan bertindak cepat guna mempercepat pemulihan psikologis, akses dan infrastruktur warga terdampak.

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali itu diharapkan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang terdampak langsung bencana.

Sebelumnya, Gubernur Koster merespons cepat mengirim bantuan tenaga medis, logistik bahan pokok, dan petugas BPBD Bali setelah mendengar Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores NTT pada 15 Agustus 2026 lalu, dengan pusat gempa dilaporkan berada sekitar 30 kilometer timur laut Manggarai Barat.

Baca juga:  Gubernur akan Pangkas Alokasi Hibah Anggota DPRD, Segini Besarannya

Merespons bencana tersebut, Gubernur Koster langsung menginstruksikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Teja untuk turun ke lapangan dan membantu penanganan korban. Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti jajarannya.

Pada 18 Agustus 2026, Gubernur Koster mengutus Kepala BPBD Bali bersama jajaran bergerak menuju lokasi bencana dan menyerahkan bantuan logistik pada BPBD Kabupaten Ende untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Gede Teja bersama jajaran langsung membawa bantuan Logistik senilai Rp150 Juta. Bantuan telah disalurkan meliputi, Detergen: 600 buah, Sabun batang: 3.600 buah, Shampoo: 12.600 saset, Pasta gigi: 3.655 buah, Pembalut: 4.800 buah, Mie instan: 6.000 buah, Sikat gigi: 1.872 buah, Tikar: 154 buah, Air mineral: 100 dus, Terpal: 100 buah, Beras Bulog: 2.000 kilogram, Beras Sakuran: 2.000 kilogram.

Langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali menunjukan wujud nyata solidaritas antardaerah di tengah musibah. Dari Bali untuk NTT, kepedulian bergerak bersama membantu, menguatkan, dan memulihkan. (kmb/balipost)

BAGIKAN