
DENPASAR, BALIPOST.com – Mahasabha XIII PHDI Tahun 2026 akan digelar di Jakarta, 8-11 Oktober 2026. Untuk mempersiapkan mahasabha tersebut, PHDI Pusat membentuk panitia yang diketuai Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr(Han). Terkait persiapan materi Mahasabha dan menyerap aspirasi serta masukan umat Hindu Indonesia, dilaksanakan focus group discussion (FGD) di Provinsi Bali, NTB, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah.
Ketua Panitia Mahasabha XIII PHDI 2026, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Selasa (18/8) via telepon menyampaikan, awalnya panitia merancang FGD pramahasabha ini di Bali sebagai barometer umat Hindu di Indonesia. Namun, berdasarkan diskusi dan masukkan dalam pertemuan antara panitia inti dengan para tokoh di Jakarta pada 5 Juli 2026, disarankan FGD dilaksanakan di beberapa wilayah.
“Kita harus punya bank data Informasi untuk menyerap aspirasi, masukan dan membedah akar permasalahan riil umat di lapangan. Saya selaku ketua panitia tidak mau bermain asumsi. Harus turun ke daerah mendengar dan melihat secara langsung umat kita,” ujarnya.
Mantan Danjen Kopassus ini menegaskan, sebagai majelis tertinggi umat Hindu Indonesia, PHDI konsisten melaksanakan amanat AD/ART. Salah satunya yaitu melaksanakan mahasabha untuk meminta pertanggungjawaban pengurus PHDI Pusat.
Selain itu, memilih pengurus PHDI Pusat (Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Ketua Sabha Walaka serta Dharma Adyaksa Sabha Pandita) dan jajarannya masa bakti 2026-2031. Termasuk merancang program umum dan menetapkan keputusan atau ketetapan lainnya untuk transformasi kelembagaan PHDI ke depannya.
Selain itu, mantan Pangdam XVIII/ Kasuari ini menyampaikan, FGD ke-2 dilaksanakan di Mataram, NTB, 15 Agustus 2026 dengan menunjuk PHDI Provinsi NTB sebagai pelaksana. Rancangan materi Mahasabha XIII PHDI telah disiapkan oleh steering committee.
“Waktu itu kami paparkan kepada masyarakat Hindu melalui FGD ini sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan publik. Dengan demikian, masyarakat Hindu dapat memberikan sumbangan pemikirannya untuk menyempurnakan rancangan Materi Mahasabha XIII PHDI,” ungkap Cantiasa.
Sebelumnya, pada acara pembukaan FGD, Ketua Pengurus Harian PHDI NTB, Ir. I Wayan Karioka dalam sambutannya mengatakan, seluruh umat Hindu NTB, khususnya PHDI provinsi dan PHDI kabupaten/kota hingga PHDI kecamatan berkomitmen untuk bersama menyukseskan Mahasabha XIII PHDI. Memasuki usia ke-67 tahun, ia berharap PHDI dapat menjadi majelis yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh umat Hindu di Indonesia.
Sebagai mitra pemerintah, momentum Mahasabha XIII PHDI diharapkan dapat menjadi jembatan harapan masyarakat Hindu kepada pemerintah untuk mewujudkan kehidupan yang makmur dan berkeadilan.
Sementara itu, Dharma Upapati Paruman Pandita PHDI NTB, Ida Pedanda Gde Kertha Arsa dalam arahannya mengatakan, PHDI harus hadir seperti matahari yang sepanjang tahun tetap memberikan sinar sucinya kepada seluruh semesta alam. Ida Pedanda berharap agar pemimpin PHDI nantinya juga dapat menuntun umat Hindu Indonesia untuk melakukan asuci laksana setiap hari dalam beraktifitas memenuhi kebutuhan hidupnya.
FGD tersebut menghasilkan catatan-catatan usulan dan ide untuk menyempurnakan rancangan materi yang akan dibawa dalam Mahasabha XIII PHDI di Jakarta. (Kerta Negara/balipost)










