Suasana kegiatan pelatihan di BLK Tabanan. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,52 persen, menurun dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 1,59 persen. Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah penganggur di Bali dari 42.320 orang pada Februari menjadi 40.970 orang pada Mei 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 2.697.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.656.030 orang tercatat bekerja, sedangkan 40.970 orang masih berstatus penganggur.

Jika dibandingkan Agustus 2024, TPT Bali pada Mei 2026 juga mengalami penurunan. Pada Agustus 2024 TPT tercatat 1,79 persen, sementara pada Mei 2026 berada di angka 1,52 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan pasar kerja Bali terus bergerak, meskipun tantangan penyerapan tenaga kerja masih perlu mendapat perhatian, khususnya bagi lulusan pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, Minggu (16/8) mengatakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai fasilitasi untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.

Baca juga:  Pasar Kerja Gen Z

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi penempatan tenaga kerja dalam negeri melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang terdapat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi.

Menurut Setiawan, keberadaan BKK menjadi salah satu instrumen penting untuk mendekatkan lulusan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Melalui mekanisme tersebut, informasi kesempatan kerja dapat lebih mudah diakses pencari kerja sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan.

Disnaker ESDM Bali juga secara aktif menyebarluaskan informasi lowongan pekerjaan melalui platform SIAP Kerja serta media sosial Instagram @bursakerja_disnakeresdmbali. Selain itu, pemerintah memfasilitasi pelaksanaan pameran bursa kerja atau job fair sebagai ruang pertemuan langsung antara pencari kerja dan pemberi kerja.

Tidak hanya peluang kerja di dalam negeri, pemerintah juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kesempatan dan prosedur bekerja ke luar negeri.

Setiawan menyebutkan, sosialisasi mengenai mekanisme dan prosedur bekerja ke luar negeri telah dilakukan di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah tersebut diarahkan agar calon pekerja migran memiliki informasi yang memadai sebelum memutuskan bekerja di luar negeri, termasuk memahami proses penempatan secara resmi.

Baca juga:  Hasil Sakernas 2025 di Bali, Sektor Ini Terbanyak Alami Kehilangan Pekerja

Dalam pelaksanaannya, Disnaker ESDM Bali juga bekerja sama dengan BP3MI untuk memberikan fasilitasi penempatan tenaga kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Informasi kepada para pencari kerja juga terus diperluas, terutama terkait persiapan memasuki dunia kerja di luar negeri. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui adanya peluang kerja, tetapi juga memahami persyaratan, mekanisme, serta prosedur penempatan yang benar.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong perluasan kesempatan kerja berbasis keterampilan dan potensi lokal. Salah satunya melalui pemberian keterampilan kepada masyarakat dalam pembuatan banten upakara.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi dengan memanfaatkan kearifan lokal Bali sebagai sumber penghidupan.

Disnaker ESDM Bali juga menyediakan fasilitasi walk-in interview di lingkungan dinas. Melalui mekanisme ini, pencari kerja dapat memperoleh kesempatan mengikuti proses seleksi secara lebih langsung sesuai lowongan yang tersedia.

Sementara itu, data TPT menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan menunjukkan adanya dinamika berbeda pada setiap kelompok pendidikan. Pada Mei 2026, TPT lulusan SMA tercatat 2,09 persen, naik 0,40 poin persentase dibanding Februari 2026 sebesar 1,69 persen.

Baca juga:  Awal 2021, Denpasar Ketatkan Penertiban Prokes

Sebaliknya, TPT lulusan SMK turun menjadi 1,87 persen pada Mei 2026 dari 3,15 persen pada Februari 2026 atau turun 1,28 poin persentase. Sementara TPT lulusan diploma ke atas turun dari 2,71 persen menjadi 1,20 persen atau berkurang 1,51 poin persentase.

Untuk kelompok pendidikan SMP ke bawah, TPT Mei 2026 tercatat 1,23 persen. Data Februari 2026 untuk kelompok ini tidak ditampilkan BPS karena relative standard error (RSE) lebih dari 50 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa penurunan TPT Bali secara keseluruhan tidak serta-merta terjadi secara merata pada seluruh jenjang pendidikan. Karena itu, penguatan keterhubungan antara dunia pendidikan, kebutuhan industri, keterampilan kerja, serta informasi lowongan menjadi bagian penting dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja.

Pemprov Bali melalui Disnaker ESDM pun terus mengembangkan berbagai jalur fasilitasi tersebut agar pencari kerja memiliki lebih banyak akses terhadap kesempatan kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus mendorong terbukanya peluang kerja berbasis keterampilan dan potensi lokal Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN