Musrenbang RKPD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2027 di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Tabanan pada tahun 2025 tercatat sebesar 1,58 persen, atau turun jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1,85 persen. Data ini terungkap dalam Musrenbang RKPD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2027 yang digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana.

Dalam forum tersebut, Kepala Bappeda Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, mengungkapkan capaian TPT Tabanan tersebut hampir setara dengan Kabupaten Badung yang berada di angka 1,57 persen.

Baca juga:  Petenis Meja Bali Turunkan 7 Ganda

Menariknya, meski memiliki karakter ekonomi berbeda dimana Badung berbasis pariwisata dan jasa, sementara Tabanan bertumpu pada sektor pertanian dan ekonomi lokal, kedua daerah justru mencatat tingkat pengangguran yang nyaris sama. Bahkan, angka tersebut sedikit di atas rata-rata Provinsi Bali yang tercatat sebesar 1,49 persen.

Menurut Wiasthana, kondisi ini menunjukkan bahwa tingginya aktivitas ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan rendahnya tingkat pengangguran.

Baca juga:  Sendratari "Wreksa Kastuba," Ajarkan Manusia Menyayangi Lingkungan

“Struktur ekonomi Tabanan yang didominasi sektor pertanian, UMKM, dan sektor penunjang pariwisata mampu menjaga stabilitas lapangan kerja. Namun sebagian besar masih berada di sektor informal, sehingga perlu penguatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya dikonfirmasi, Sabtu (4/4), menegaskan capaian tersebut merupakan hasil perbaikan nyata dalam penyerapan tenaga kerja.

“Dari 1,85 persen pada 2024, turun menjadi 1,58 persen di 2025. Ini menunjukkan tren positif yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Baca juga:  Ancaman Bencana di Bali, Potensi Gempa hingga Kompleksitas Cuaca Ekstrem

Meski demikian, Pemkab Tabanan tidak ingin abai dan terlena. Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja tentunya akan tetap menjadi prioritas, seiring upaya memperkuat sektor pertanian modern, UMKM, dan ekonomi kreatif untuk membuka peluang kerja yang lebih luas dan berkualitas.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN