Pembangunan tahap 1 Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali yang berlokasi di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng, saat ini telah mencapai 100 persen. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya menargetkan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali sebagai infrastruktur telekomunikasi. Kawasan yang dibangun di wilayah Bali Utara tersebut juga diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, pengembangan kawasan Turyapada Tower saat ini masih berjalan, termasuk pembangunan kawasan penunjang dan jalan akses menuju menara. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Desember 2026 dan selanjutnya diupayakan diresmikan pada Januari 2027.

Hal itu disampaikan Koster dalam Sidang Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali, Jumat (14/8).

“Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali sedang dikerjakan, target selesai bulan Desember 2026 dan astungkara diresmikan Januari 2027,” ujar Koster.

Menurut Koster, manfaat Turyapada Tower bahkan sudah mulai dirasakan masyarakat sebelum seluruh kawasan selesai dibangun. Fasilitas telekomunikasi tersebut kini telah melayani 30 jaringan televisi dengan jangkauan siaran dari Buleleng hingga Jembrana.

Baca juga:  Cengkeh Dicuri Keluarga Sendiri, Polisi Amankan Pelaku

Dengan fasilitas itu, masyarakat di wilayah yang sebelumnya kesulitan memperoleh siaran televisi tanpa antena parabola kini dapat menikmati siaran dengan kualitas lebih baik.

“Titiang (Saya,red) perlu menyampaikan bahwa fasilitas telekomunikasi Turyapada Tower telah berfungsi melayani 30 jaringan televisi yang menjangkau wilayah Buleleng sampai Jembrana,” kata Koster.

Ia menilai keberadaan satu fasilitas telekomunikasi bersama tersebut memberikan keuntungan bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga perusahaan penyiaran. Para pemilik jaringan televisi tidak lagi harus membangun menara sendiri-sendiri, menyewa lahan, dan menyiapkan infrastruktur di berbagai lokasi.

“Sekarang satu fasilitas di Turyapada Tower,” jelasnya.

Koster menyebut pemanfaatan fasilitas tersebut untuk sementara masih diberikan secara gratis. Skema itu diterapkan dalam tahap uji coba guna memastikan seluruh saluran dapat beroperasi dengan baik sebelum nantinya masuk ke tahap komersialisasi.

Baca juga:  Gempa Kuat Guncang Bali, Warga Berhamburan

“Dan nanti akan kita komersialkan, sekarang uji coba gratis dulu, untuk menguji salurannya. Ternyata bagus sekali (salurannya,red),” ungkapnya.

Ia bahkan menyinggung manfaat fasilitas tersebut bagi masyarakat Buleleng dalam menikmati tayangan pertandingan sepak bola. Menurut Koster, masyarakat kini bisa menyaksikan siaran televisi tanpa harus menggunakan antena parabola.

“Waktu Piala Dunia kemarin, masyarakat Buleleng sudah dengan senang menonton bola tanpa menggunakan antena parabola,” katanya.

Setelah kawasan dan akses menuju Turyapada Tower rampung, pemerintah berencana mengembangkan pengelolaannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Skema tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar investasi infrastruktur Turyapada Tower tidak berhenti pada fungsi pelayanan publik, tetapi juga dapat menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Koster mengatakan pengelolaan secara komersial nantinya diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi Pemprov Bali sekaligus Pemkab Buleleng.

“Turyapada Tower ini sekarang sedang dikerjakan kawasannya, jalan masuknya. Desember selesai, astungkara Januari 2027 hari baik bisa diresmikan, dan bisa kita operasionalkan bekerja sama dengan pihak ketiga supaya dia menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Buleleng,” ujar Koster.

Baca juga:  108 Kios dan Los di Pasar Anyar Sari Terbakar, Pedagang akan Direlokasi

Menurutnya, minat terhadap pemanfaatan Turyapada Tower juga cukup tinggi. Sejumlah pihak telah menanyakan kapan kawasan tersebut dapat dibuka dan dimanfaatkan secara lebih luas.

“Luar biasa Turyapada Tower ini nanti. Sudah banyak sekali yang minta kapan dibuka, ya sabar dulu, tunggu gitu,” tukas Koster.

Dengan demikian, Turyapada Tower diarahkan memiliki dua fungsi utama. Pertama, memperkuat layanan telekomunikasi dan penyiaran, terutama di wilayah Bali Utara hingga Bali Barat. Kedua, menjadi aset produktif yang dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi pemerintah daerah setelah beroperasi secara komersial.

Ia menargetkan seluruh pembangunan kawasan dan akses selesai pada akhir 2026, sebelum fasilitas tersebut dioperasikan lebih luas mulai 2027. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN