Ni Wayan Sari Galung. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi ruang refleksi bagi jajaran legislatif di Bali. Anggota Komisi IV DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan, Ni Wayan Sari Galung, mengapresiasi berbagai capaian pembangunan Bali sekaligus mendorong penguatan adat, keamanan, dan keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan.

Sari Galung menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster yang dinilainya telah menjalankan berbagai program dan kebijakan pembangunan dengan baik.

Menurutnya, sejumlah indikator pembangunan Bali menunjukkan perkembangan positif, mulai dari peningkatan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, hingga kemampuan pemerintah daerah menjaga stabilitas dan meningkatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Baca juga:  DPRD Bali Tengah Susun Perda Legalkan Tajen

“Apresiasi kepada kepemimpinan Bapak Wayan Koster yang sudah mampu memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan kebijakan selama ini. Peningkatan ekonomi, penurunan kemiskinan, kenaikan anggaran APBD yang stabil, serta berbagai program lainnya banyak yang melampaui target,” ujar Sari Galung, Jumat (14/8).

Memasuki usia ke-68, ia berharap pembangunan Bali ke depan dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik dengan tetap menjaga keamanan dan karakter Bali.

Sari Galung menilai penguatan adat istiadat menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh ditinggalkan di tengah perkembangan pembangunan dan pariwisata Bali. Menurutnya, keberadaan adat dan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga identitas sekaligus menciptakan rasa aman di masyarakat.

Baca juga:  Dalam 5 Tahun, DPRD Bali Tuntaskan 77 Perda

“Kami berharap Bali ini lebih baik lagi dan tentunya aman. Adat istiadatnya juga harus diperkuat agar keamanan Bali betul-betul dijaga dengan baik,” katanya.

Selain pembangunan dan pelestarian adat, Sari Galung juga menyoroti keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan. Ia melihat Pemerintah Provinsi Bali telah membuka ruang yang cukup luas bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dalam pemerintahan maupun pembangunan.

Menurutnya, semakin banyak perempuan yang dipercaya menduduki posisi strategis di berbagai instansi. Meski demikian, ia mengakui keterwakilan perempuan hingga kini belum mencapai angka 30 persen.

“Saya yakin Pemprov Bali sudah memberi seluas-luasnya untuk memberikan peran strategis kepada perempuan. Kepemimpinan perempuan juga sudah banyak yang menduduki instansi-instansi, walaupun belum mencapai 30 persen,” ungkapnya.

Baca juga:  Rekonstruksi 2,5 Jam, Peragakan 64 Adegan

Karena itu, ia mengajak perempuan Bali untuk tidak berhenti meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, kesempatan yang semakin terbuka harus diimbangi dengan kemampuan, kompetensi, dan kesiapan untuk bersaing.

Ia berharap perempuan terus bersemangat, mengasah kemampuan, serta mengambil bagian lebih besar dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan di Bali.

“Harapannya, perempuan tetap semangat dan terus mengasah diri agar mampu bersaing,” tegasnya.

Bagi Sari Galung, pembangunan Bali ke depan tidak hanya diukur dari capaian ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga adat, budaya, keamanan, serta memberikan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan daerah. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN