
DENPASAR, BALIPOST.com – Sehubungan dengan karya (piodalan) ngenteg linggih, padudusan agung, malaspas pelawatan, mendem padagingan lan caru manca kelud di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Denpasar diadakan pengalihan arus kendaraan pada waktu-waktu tertentu. Pengalihan arus ini dilakukan saat ada penutupan Jalan Waribang yang menjadi lokasi piodalan.
Bendesa Adat Kesiman, Jro Ketut Wisna saat dikonfirmasi, Selasa (11/8) mengatakan, penutupan jalan dilakukan pada hari dan jam-jam tertentu saat beberapa kegiatan berlangsung. Adapun penutupan jalan berlangsung mulai 12 Agustus dari pukul 22.00 hingga 01.00 WITA.
Kemudian 13 dan 14 Agustus dari pukul 19.00-22.00 WITA dan 15 Agustus dari pukul 13.00-02.00 WITA.
Puncak piodalan, kata dia, berlangsung pada Selasa (11/8). Sementara penutupan jalan yang mulai pada 12 Agustus tersebut dilakukan dengan adanya upacara masucian di Setra Kesiman pada pukul 24.00 WITA.
Kemudian pada 13 dan 14 Agustus tersebut berlangsung Ida Sesuhunan Napak Pertiwi dari pukul 20.00 WITA yang mengambil tempat di Jaba Sisi Pura Kahyangan Dalem.
Pafa 15 Agustus akan dilaksanakan pementasan Calonarang yang berlangsung di Jalan Waribang. Pementasan ini akan dimulai pukul 19.00 dan persiapan dilakukan sejak siang hari.
Jro Ketut Wisna memohon permakluman kepada masyarakat atas ditutupnya akses dalam hari dan waktu-waktu tertentu tersebut. “Kami mohon maaf dan permakluman bagi pengguna jalan agar mencari jalan alternatif,” ujarnya. (Widiastuti/balipost)










