
BANGLI, BALIPOST.com – Pengendara yang melintas di persimpangan Jalan Nusantara–Jalan Erlangga, Kelurahan Cempaga, Bangli, harus ekstra hati-hati. Lampu lalu lintas (traffic light) di titik tersebut mati total sejak Maret lalu dan tak kunjung diperbaiki oleh instansi berwenang.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli menyebut pemadaman dilakukan secara sengaja. Langkah itu diambil usai perangkat mengalami gangguan teknis demi mencegah potensi kecelakaan lalu lintas.
“Daripada membahayakan, jadinya dimatikan sekalian KWH-nya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli, Ida Bagus Widnyana Minggu (9/8).
Dijelaskan bahwa traffic light tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Bali yang baru dipasang pada Desember 2025 hasil relokasi dari kawasan Catus Pata. Kerusakan mulai terjadi tepat saat malam Pengerupukan Nyepi, Maret lalu. Meski Dishub Bangli telah menyampaikan kondisi itu ke pihak Provinsi, namun belum ada teknisi yang turun melakukan perbaikan ke lapangan.
Menurut Ida Bagus Widnyana, keberadaan traffic light di lokasi tersebut cukup penting, mengingat persimpangan Cempaga termasuk jalur yang padat arus kendaraan. Terutama pada jam berangkat sekolah dan kerja di pagi hari serta jam istirahat siang. Meski lampu pengatur lalu lintas itu mati sejak beberapa bulan lalu dan belum diperbaiki, Ida Bagus Widnyana menyebut situasi di persimpangan sejauh ini masih relatif terkendali. (Dayu Swasrina/balipost)










