Polisi melakukan olah TKP kasus pencurian meteran air. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah di wilayah Kuta Selatan, maling spesialis meteran air kini beraksi di wilayah Denpasar. Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar hingga awal Agustus 2026 menerima pengaduan 11 unit meteran air yang hilang.

Selain ke perumda, kasus kehilangan meteran air juga ada yang dibawa ke ranah hukum. Polsek Denpasar Selatan (Densel) menerima satu laporan dari korban, Made Indra Budiawan yang beralamat di Jalan Sekarwaru, Sanur Kauh.

Baca juga:  Diduga Lakukan Pungli, Seorang Pria Diamankan

Kapolsek Densel, Kompol Agus Adi Apriyoga didampingi Kanitreskrim Iptu Azel Arizandi, Kamis (6/8), menyampaikan bahwa kasus tersebut diketahui pada 2 Agustus 2026. Saat itu korban diberitahu temannya jika air di rumahnya mati.

“Korban mengecek ke meteran air. Ternyata meteran airnya hilang dan rusak akibat dicabut paksa. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Denpasar Selatan. Kami masih menyelidiki kasus ini dan mudah-mudahan cepat terungkap,” tegasnya.

Baca juga:  Balian Diduga Lecehkan Pasien Dilimpahkan ke Kejaksaan

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa, Selasa (4/8) mengatakan hingga awal Agustus 2026, sedikitnya 11 unit meteran air milik pelanggan dilaporkan hilang. Kasus tersebut mulai terdeteksi setelah muncul kejadian serupa di Kabupaten Badung.

Modus pencurian kemudian bergeser ke wilayah utara. Yang menjadi sasaran kebanyakan toko dan rumah kosong, terutama di wilayah Denpasar Selatan. Ada juga di kawasan pertokoan Jalan Diponegoro dan Jalan Bypass Ngurah Rai. Dari rekaman CCTV, aksi pencurian diduga dilakukan sekitar pukul 04.00 WITA. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Perguruan Tinggi Harus Diberdayakan Dalam Pembangunan Bali
BAGIKAN